PENANGANAN BANJIR SAMARINDA,JAANG BANTAH KALAU DI ANGGAP TAK BECUS

Friday, 22 July 2011


Syaharie Jaang
SAMARINDA - Rencana Pemprov Kaltim menghentikan subsidi anggaran banjir ke Pemkot Samarinda, dibantah Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang. Saat ditemui sebelum menghadiri sebuah acara di kantor gubernur kemarin dia menyebutkan, sejauh ini belum ada kepastian mengenai penghentian bantuan subsidi banjir yang selama ini bergulir dari pemprov. “Tidak ada, itu belum pasti” ucap Jaang.
Informasi penghentian subsidi banjir pemprov itu semula diutarakan Sekretaris Komisi III DPRD Kaltim Jawad Siradjuddin. Dia mengatakan, pemprov tak akan memberi bantuan keuangan lagi ke pemkot untuk penanggulangan banjir. Alasannya, beberapa proyek banjir tak dilaksanakan dengan baik oleh pemkot. Contoh proyek Polder Gang Indra, penanganan banjir di Jalan Lambung, Jalan Gerilya, Jalan Antasari, dan lainnya.
Kembali ke Jaang, dia mencoba menyakinkan jika wacana yang muncul itu belum pasti. Sebab menurut wakil wali kota dua periode pendamping Achmad Amins ini, belum ada keputusan resmi dari pemprov terkait masalah tersebut. Bahkan dia belum tahu bila ada wacana penghentian subsidi banjir yang tahun-tahun sebelumnya diberikan pemprov ke pemkot, termasuk pembentukan instansi khusus yang menangani banjir membawahi pemprov.
“Itu ‘kan hanya wacana, bagaimana bentuk kebijakannya belum bisa dilihat sampai sekarang,” ujarnya.
Disinggung pemicu penghentian subsidi itu karena pemkot dinilai kurang becus menangani banjir Samarinda, Jaang membantanya. Menurut dia, penanganan banjir tidak bisa diselesaikan dalam waktu cepat, tapi harus melibatkan banyak pihak termasuk pemprov. “Menangani banjir tidak seperti menggosok lampu aladin. Jadi memang tidak bisa dalam waktu singkat,” imbuhnya.
Terkait keterlibatan pemprov yang semakin besar dalam menangani berbagai persoalan di Samarinda, seperti pengambilalihan proyek Bandara Samarinda Baru (BSB) dan perbaikan Jalan Cendana, Jaang seolah tidak mau terlalu jauh berkomentar. Hanya saja dia sempat mengatakan jika Kamis (21/7) hari ini bakal ada kunjungan resmi dari pemprov ke pemkot untuk mendengarkan program kerja pemkot.
“Kita lihat saja, kebetulan besok (hari ini. Red.) pemkot akan mempresentasikan program kerja dan segala persoalan yang ada dalam kunjungan resmi pemprov,” tambahnya. Jaang juga mengatakan jika apa yang disampaikan Jawad Siradjuddin adalah motivasi pemkot untuk menghadapi berbagai persoalan, seperti banjir dan lainnya. 


sumber:Kaltim post
»»  READMORE...

JALAN BERLUBANG SEPANJANG SANGATA - TELUK GOLOK ,TEPATNYA DI MALOY

MEDAN BERAT: Satu-satunya jalur darat menuju Maloy

PETINGGI negeri berkumpul di Istana Bogor, pada 18 dan 19 April 2011. Kala itu, dipimpin Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, rapat Master-plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) berlangsung.
Belum lama ini, Kaltim menjadi pilar utama pembangunan ekonomi serta koridor ekonomi nasional, sejak dikeluarkannya Instruksi Presiden 1/2010. Pelabuhan Maloy yang berada tepat di bawah “moncongnya” Pulau Kalimantan, lantas menjadi poin penting dalam program MP3EI.
Maloy, sebuah nama yang menjadi sohor di Kaltim beberapa tahun belakangan. Itu tak lain setelah Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak mengunggah kepada publik tentang rencana kawasan industri di Maloy serta pelabuhan internasional di Teluk Golok, Kecamatan Kaliorang, Kutai Timur. Rencana Kawasan Industri Maloy memerlukan 4.305 hektare, sementara Pelabuhan Internasional Teluk Golok --sekira 12 kilometer dari Maloy-- memakai lahan 1.000 hektare.
Dalam pertemuan di Bogor, diputuskan jalur Samarinda-Bontang-Sangatta-Simpang Perdau-Maloy yang sudah berstatus jalan nasional akan ditingkatkan. Dengan kalimat lain, segala tanggungan terhadap pemeliharaan, perbaikan, dan pembangunan jalan diambil dari kantong pemerintah pusat. Maka mulai periode 2010 hingga 2015, Kementerian Pekerjaan Umum mengucurkan dana dengan total Rp 290 miliar untuk ruas jalan Samarinda-Maloy.
Tetapi 2015 masih empat tahun lagi. Kondisi di ruas tersebut pada masa sekarang masih jauh dari kata mulus. Dari Bontang ke Sangatta sepanjang 65 kilometer, terhampar 465 lubang kecil dan sedang. Ditambah lagi, 25 lubang besar. Dari Sangatta ke Simpang Perdau yang 40 kilometer, terdapat 338 lubang kecil, bersanding dengan 32 bolongan berukuran besar.
Simpang Perdau menuju Maloy (Bengalon-Kaliorang) yang sekitar 70-an kilometer, sedikitnya 600 lubang besar dan kecil. Dua segmen di ruas ini juga belum ditimpa aspal. Total, hampir 1.500 lubang jalanan dari ibu kota Kutai Timur menuju rencana pelabuhan itu.
Di Bengalon, tidak kurang dari lima perlintasan batu bara melintang di jalan negara. Sejumlah pemegang izin usaha pertambangan yang dikeluarkan Pemkab Kutai Timur sedang giat-giatnya mengeluarkan batu bara di kawasan ini. Sementara kondisi jalan, selain taburan seribu lubang tadi, juga sangat-sangat berlumpur di saat hujan dan sangat-sangat berdebu di kala cerah. Sama seperti hampir seluruh jalur Trans Kalimantan di kabupaten ini.
“Kondisinya memang seperti ini. Memerlukan waktu yang lebih lama untuk sampai ke Kaliorang,” terang Kepala Desa Bangun Jaya Juen Lon. Di desa Bangun Jaya dan sekitarnya, sekitar 15 kilometer dari Teluk Golok yang menjadi lokasi Maloy, bermukim sejumlah transmigran yang hidup dari bertani.
Di desa ini sedang dibangun bendungan dan saluran irigasi senilai Rp 40 miliar oleh Pemprov Kaltim. Dikerjakan PT Wijaya Karya, bendungan ini akan menghidupi 1.500 hektare sawah di kecamatan itu. Sisanya juga dimanfaatkan untuk kepentingan kawasan industri Maloy, ketika nanti beroperasi.
Sementara di Teluk Golok, baru beberapa tiang pancang yang ditancap, seperti yang ditemukan anggota DPRD Kaltim ketika berkunjung ke sana, beberapa pekan lalu. Belum ada kegiatan lainnya. Menurut Sekkab Kutim Ismunandar, pihaknya sedang menyelesaikan pembebasan lahan kawasan industri.
Sekretaris Badan Percepatan KIPI Maloy Rudi Kusnandar mengungkapkan, dalam waktu dekat, sejumlah perusahaan perkebunan melaksanakan pekerjaan land clearing di kawasan Maloy. “Sejauh ini, baru Rp 7 miliar dana APBD yang keluar untuk Maloy,” ungkapnya.

sumber:Kaltim post
»»  READMORE...

PROYEK BANJIR YANG TAK BERES DI TANGANI PEMKOT

Thursday, 21 July 2011

NUSYIRWAN ISMAIL


SAMARINDA – Proyek penanganan banjir di Samarinda yang diambil alih oleh Pemprov Kaltim tak dimungkiri oleh Wakil Wali Kota Nusyirwan Ismail. Dia menyebut proyek penanganan banjir itu sebenarnya memang upaya kerja sama yang dilakukan Pemprov Kaltim dan Pemkot Samarinda.
Menurut Nusyirwan, beberapa proyek penanganan banjir, seperti normalisasi Sungai Karang Mumus (SKM) sebenarnya pengerjaannya dilakukan bersama-sama. Karena sumber dana berasal dari APBD Provinsi dan APBD Kota. “Pengerjaan proyek banjir itu wajar saja jika pemprov ingin bantu. Itulah mungkin wujud kepedulian pemprov untuk membangun kota ini,” jelas Nusyirwan.
Disinggung bahwa pemprov mulai tahun ini tidak memberikan subsidi dana banjir lagi ke pemkot karena kurang beres menangani proyek banjir, Nusyirwan mengatakan wajar bila pemprov mengambil alih proyek itu. Karena anggaran itu memang masuk pos subsidi provinsi, yang jika pemprov sendiri yang mengerjakan adalah bentuk kewajaran.  
Pemutusan subsidi banjir dari pemprov yang dikelola pemkot selama ini, sebelumnya disampaikan Sekretaris Komisi III DPRD Kaltim Jawad Siradjuddin. Dia mengatakan, pemprov tak akan memberi bantuan keuangan lagi ke pemkot untuk penanggulangan banjir. Alasannya, beberapa proyek banjir tak dilaksanakan dengan baik oleh pemkot. Contoh proyek Polder Gang Indra, penanganan banjir di Jalan Lambung, Jalan Gerilya, Jalan Antasari, dan lainnya.
Jawad bahkan menjelaskan, pemprov berencana membentuk instansi khusus penanggulangan banjir dan mengelola anggarannya. “Instansi tersebut baru dalam perencanaan yang di bawah pemprov,” ucapnya. Untuk keseluruhan anggaran penanggulangan banjir di Samarinda akan dianggarkan sekitar Rp 1,8 triliun hingga 2012.


sumber: Kaltim post
»»  READMORE...

SIMPANG MALL LEMBUSWANA SAMARINDA LANGGANAN TETAP BANJIR


salah satu badan jalan di samping mall lembuswana samarinda yang terendam bajir

Ada anekdot  yang saya dengar dari orang samarinda bahwa di samarinda hujan sebentar saja pasti sudah akan banjir di mana-mana,tetapi ada yang paling parah,yaitu di simpang mall lembuswana,mendung saja simpang  lembus itu sudah banjir,,,,itu berarti simpangan lembuswana sangat rawan banjir...sampai saat ini setiap hujan di atas satu jam,wilayah simpang lembuswana pasti terendam dan ironisnya Kediaman dinas Walikota Samarindapun berada persis di samping Mall Lembuswana dan sudah pasti akses ke kediaman Walikota Wamarinda ikut tergenang banjir.
berharap ada penanganan yang serius dari pemerintah kota agar kota samarinda bebas dari banjir.
»»  READMORE...
 
 
 

About Me

My Photo
Ernesto Silangen
samarinda, kalimantan timur, Indonesia
View my complete profile

Followers

 
Copyright © Mahakam News