Showing posts with label ekonomi dan bisnis. Show all posts
Showing posts with label ekonomi dan bisnis. Show all posts

WALIKOTA SAMARINDA,SYARI JAANG INGIN SUSUT 50 % INVENTARISASI LAHAN TAMBANG.PKP2B TERGANTUNG PUSAT

Tuesday, 19 July 2011




Permasalahan pertambangan batu bara di Samarinda sudah sangat memuncak dengan banyaknya kerugian materi dan nyawa. Untuk meminimalisasi dampak aktivitas pertambangan, Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang mengusulkan agar dilakukan penyusutan lahan tambang.
“Saya sebenarnya berharap agar lahan tambang di Samarinda ini menyusut sebanyak 50 sampai 60 persen dari total luas tambang yang mencapai 72,16 persen luas Samarinda atau seluas 51.808,26 hektare dari luas Samarinda yang hanya 718 kilometer persegi,” beber Jaang.
Keseluruhan luas areal tambang itu merupakan total luas pertambangan dengan izin usaha pertambangan (IUP) atau Kuasa Pertambangan (KP) dan PKP2B (Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batu Bara).
Mengapa pemkot tidak mengusulkan penghapusan PKP2B dari Samarinda? Jaang mengatakan, sebenarnya dia sangat ingin jika hal itu bisa dilakukan. “Tapi itu bergantung dengan pemerintah pusat,” terangnya.
Tetapi saat ini, pemkot telah meminta seluruh perusahaan pertambangan batu bara di Samarinda untuk menginventarisasi lahan mereka. “Jika ada yang kurang produktif atau tidak bisa ditambang, maka kami berharap lahan itu bisa dikeluarkan dari lahan konsesi,” ucapnya.
Jaang meyakinkan Kaltim Post, jika pemkot serius dalam mengusulkan penyusutan lahan tambang milik seluruh perusahaan. “Kalau hanya dikurangi 1 persen atau 5 persen saja, ya sama saja bohong. Bisa dapat 30 persen sudah bagus. Kalau bisa 50 sampai 60 persen, itu lebih baik lagi,” tegasnya.
Sementara Ketua DPRD Samarinda Siswadi mengaku sangat mendukung usulan penyusutan lahan tambang yang digulirkan pemkot, terutama lahan berstatus PKP2B. “Perusahaan dari pusat inilah yang paling banyak menguasai lahan untuk pertambangan,” tegasnya.
Data yang dia miliki, IUP yang dikeluarkan pemkot seluas 20 ribu hektare atau sekitar 27,8 persen dari luas Samarinda untuk 63 perusahaan. Ini tak sebanding luas yang diberikan pemerintah pusat dalam bentuk PKP2B hanya untuk 5 perusahaan memiliki luas wilayah operasi mencapai 22.000 atau sekitar 30,6 persen. Sedangkan IUP yang dikeluarkan Pemprov Kaltim hanya 1 buah dengan total wilayah operasi seluas 2.337 hektare atau sekitar 3,2 persen.
“Dari data ini saja sudah jelas kalau PKP2B itu justru menjadi bahaya laten bagi Samarinda. Sebelum semua lahan dikupas untuk tambang, maka usulan penyusutan lahan itu menjadi pilihan tepat. Malah kalau perlu dihapuskan saja,” tegasnya.


sumber:Kaltim post
»»  READMORE...

Sektor Tambang Bakal Diawasi Ditjen Pajak

Friday, 4 June 2010
Ditjen Pajak akan menaruh perhatian besar terhadap gerak-gerik para pelaku di sektor-sektor penting yang menjadi sumber pajak tahun ini yaitu sektor pertambangan dan penggalian, serta sektor perburuan, pertanian, dan kehutanan.

Dirjen Pajak M Tjiptardjo menyatakan bahwa sektor-sektor tersebut sangat penting diawasi karena pada penerimaan pajak hingga Mei 2010 justru mencatatkan pertumbuhan minus (negatif).

Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS), pada 2010 pertumbuhan pertambangan dan penggalian tercatat negatif 9,8 persen sedangkan periode yang sama tahun lalu sebesar justru meningkat 28,1 persen.

Sementara sektor perburuan, pertanian, dan kehutanan pertumbuhannya tercatat sebesar negatif 8,9 persen sedangkan pada periode yang sama tahun lalu tercatat 16,7 persen.

"Penerimaan sektor ini menurun dibanding tahun lalu, untuk itu kita sedang teliti pemain sektor itu yang di bawah benchmark, apakah mereka memang ada 'bermain'?" ujarnya saat konferensi pers di kantornya, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (3/6/2010).

Menurutnya, benchmark tersebut adalah ukuran pembanding untuk menentukan bahwa suatu perusahaan itu memang benar-benar diperkirakan sesuai tidak dengan jumlah penerimaan yang seharusnya disetor. Standar tersebut dibuat berdasarkan kajian para akademisi dan juga menggunakan data-data wajib pajak.

Nantinya, secara automatis kantor pajak bisa memperkirakan dan menghitung berapa besar pajak yang harusnya dihitung atau disetor oleh suatu perusahaan ke negara. "Dengan usaha seperti apa, berapa yang harusnya disetor, itu semua kami ada ukurannya," tuntasnya..


sumber: oz
»»  READMORE...

Pemprov Kaltim Incar Migas Blok Mahakam

Wednesday, 16 December 2009
Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui badan usaha milik daerah (BUMD) PT Mandiri Migas Pratama mengincar pengelolaan minyak dan gas bumi Blok Mahakam. "Secara resmi kami telah mengajukan usulan kepada Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral," kata Kepala Biro Humas dan Protokol Sekretariat Provinsi Kaltim Zairin Zain di Kota Balikpapan, Selasa (1/12).
Blok Mahakam di Kaltim sebagai penghasil migas terbesar di Indonesia telah dioperasikan oleh Total E&P Indonesie dengan periode kontrak 1967-2017.
Zairin mengatakan, Pemprov Kaltim menilai pengelolaan selama 50 tahun oleh perusahan migas asal Prancis itu sudah lebih dari cukup. Setelah habis masa kontrak Blok Mahakam sebaiknya dikelola oleh bangsa sendiri.
Terkait dengan itu, BUMD Kaltim bersedia bekerja sama dengan Pertamina yang dikabarkan juga tertarik mengelola Blok Mahakam.

sumber : kompas
»»  READMORE...

Harga Gula Sudah Tembus Rp 8.893

Thursday, 20 August 2009
Harga gula pasir eceran di pasaran dalam negeri mencetak rekor baru. Saat ini, harga gula menyentuh level Rp 8.893 atau naik Rp 245 per kilogram (kg) dibandingkan harga pada bulan Juli yang hanya Rp 8.468 per kg. Berdasarkan data Departemen Perdagangan (Depdag), harga tersebut merupakan harga tertinggi sejak lima tahun belakangan ini.

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Depdag Subagyo mengatakan, kenaikan harga gula itu mendekati 10 persen dari harga bulan Juli. Namun, pemerintah belum ambil sikap atas kenaikan tersebut karena belum ditemukan adanya indikasi penyelewengan. "Tidak ada penimbunan yang kita temukan," kata Subagyo, Rabu (19/8) di Jakarta.

Menurut Subagyo, kondisi harga gula saat ini lebih banyak dipengaruhi oleh faktor psikologis harga dunia. Untuk diketahui, harga gula dunia sudah berada di harga 530-560 dollar AS per ton. Akibatnya, harga gula nasional ikut terkerek naik.

Selain naiknya harga luar negeri itu, kenaikan harga dalam negeri juga disebabkan oleh naiknya kebutuhan industri. Menurut Subagyo, menjelang bulan Ramadhan dan Hari Raya Lebaran, terjadi kenaikan konsumsi. Sebab, industri makanan dan minuman juga menyerap gula yang lebih tinggi. "Semua produsen meningkatkan produksinya," ungkap Subagyo.

Naiknya tingkat serapan industri akan kebutuhan gula tersebut juga ikut memengaruhi harga pasar. Alhasil, komoditas gula menjadi incaran para pedagang dan pelaku industri, terutama di sektor makanan dan minuman. Hal ini dibenarkan oleh Natsir Mansur, Ketua Asosiasi Pedagang Gula dan Terigu Indonesia (Apegti). Menurut Natsir, gula memang sudah menjadi incaran para pedagang besar. "Kalau sudah seperti ini, harga gula akan sulit untuk turun," ungkapnya.

Saat ini, Departemen Perdagangan mengaku sudah melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah dalam melakukan pemantauan harga gula. Dari hasil pemantauan itu, harga gula tertinggi ditemukan di Kabupaten Manokwari, Papua, yang dijual seharga Rp 11.000 per kg. Adapun harga gula terendah bisa dibeli di Banjarmasin di harga Rp 7.500 per kg.

sumber : tk
»»  READMORE...
 
 
 

About Me

My Photo
Ernesto Silangen
samarinda, kalimantan timur, Indonesia
View my complete profile

Followers

 
Copyright © Mahakam News