Showing posts with label duniasiana. Show all posts
Showing posts with label duniasiana. Show all posts

Durian Termahal di Dunia dari Kotoran Gajah

Monday, 25 October 2010
Proses mendapatkannya mirip Kopi Luwak. Tak hanya lezat, 'Durian Gajah' juga afrodisiak.

Ini kedengarannya menjijikan: durian termahal dan mungkin terenak di dunia datang dari kotoran Gajah. Hah?

Ini makanan kedua yang datang dari 'kotoran hewan.

Yang pertama, tentu saja Kopi Luwak -- yang dinobatkan sebagai kopi termahal di dunia. Proses mendapatkan 'Durian Gajah' itu juga mirip.

Jika penduduk asli Sumatera mencari biji kopi yang belum tercerna di kotoran Luwak, masyarakat Jakun di hutan-hutan Malaysia akan mengikuti gajah yang baru menelan banyak durian.

Mereka mengambil risiko mengikuti binatang mamalia ini setidaknya selama empat jam -- durasi yang dibutuhkan hewan itu untuk mencerna durian -- sebelum buah yang tak tercerna keluar bersama kotoran.

Adalah penasehat Malaysia Nature Society cabang Johor, Vincent Chow yang mendengar keberadaan durian unik ini dari temannya seorang taipan kayu dan penduduk asli hutan 'Orang Asli'.

Kata dia, konglomerat kayu ini selalu mengajukan pesanan pada Orang Asli selama musim durian.

Karena stoknya yang langka, sang taipan mau merogoh kocek agak dalam -- membayar RM1.000 atau Rp2,8 juta demi memuaskan hasrat makannya itu.

"Tentu saja Orang Asli mau mengikuti jejak para gajah karena mereka tahu akan dibayar mahal," kata Chor, seperti dimuat situs  New Straits Times, Jumat 22 Oktober 2010.

Jangan bayangkan kotoran kerbau atau kambing yang baunya minta ampun.

"Menurut warga setempat, bau kotoran gajah seperti teh, tidak menyengat seperti herbivora lainnya."

Durian yang belum tercerna itu diklaim tak mengandung kotoran dan bakteri.

Bahkan, sang taipan mengklaim durian semacam itu akan jadi  afrodisiak alias makanan pembangkit gairah seksual -- setelah melewati proses pencernaan gajah.

Meski tak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim itu, permintaan 'Durian Gajah' makin tinggi dan harganya terus meningkat. 



sumber: VN
»»  READMORE...

Lahirkan 69 Anak Feodor Vassilyev Wanita Tersubur di Dunia.

Livia Ionce bersama suami dan anak-anaknya pada 2008


 Dua tahun lalu, dunia dibuat tercengang saat seorang wanita asal Rumania melahirkan anak ke-18 secara normal. Itu tidak seberapa jika dibandingkan dengan kisah Feodor Vassilyev, seorang wanita yang sukses melahirkan 69 anak dari rahimnya.

Seperti dikutip dari laman Telegraph, nama Vassilyev tercatat di 'The Guinness Book of World Records' sebagai wanita paling subur di dunia. Ia adalah isteri seorang petani asal Rusia yang hidup di tahun 1707–1782.

Vassilyev menjalani 27 proses persalinan secara normal untuk melahirkan 69 anak. Ia menjalani 16 kali proses kelahiran kembar dua, tujuh kali persalinan dengan anak kembar tiga, dan empat kali melahirkan anak kembar empat.

Pada 1983, museum rekor dunia juga sempat mengumumkan nama Leontina Espinoza sebagai wanita tersubur di dunia di masa itu. Wanita asal Chili itu diberitakan memiliki 58 anak dari rahimnya. Namun, belakangan kabar itu palsu.

Investigasi yang dilakukan kepolisian usai kematian Espinoza mengungkap bahwa wanita itu kenyataannya hanya memiliki 16 anak dari rahimnya. Ia membuat informasi palsu demi mendapatkan santunan dari pemerintah Chili. Atas kasus Espinoza, banyak kalangan yang kemudian menyangsikan kebenaran kisah Vassilyev.

Terlepas dari kebenaran kisah Vassilyev, masih ada Livia Ionce. Di usianya yang ke-44 pada pertengahan 2008 silam, ia melahirkan anak ke-18. Kelahiran bayi itu membuatnya memiliki total 10 anak gadis dan delapan anak laki-laki. Anaknya tidak ada yang kembar, yang berarti Ionce telah menjalani 18 kali persalinan dalam kondisi prima. 



sumber:V
»»  READMORE...

Penampakan Tuhan Terekam Google Street

Saturday, 23 October 2010

Fenomena aneh dan langka berhasil direkam oleh Google Street View. Layanan pencitraan digital tersebut menangkap gambar yang diklaim sebagai penampakan Tuhan.

Gambar yang berbentuk bayang-bayang tersebut nampak menggantung di udara, tepat di sebuah danau di Quarten, Swiss. Pertama kali gambar 'Tuhan' ini dipublikasikan oleh blog bertajuk Gawker. Demikian yang dilansir Sydney Morning Herald, Kamis (21/10/2010).

Meskipun gambar yang ditemukan oleh blog Gawker diklaim sebagai Tuhan, namun banyak juga yang meyakini kalau gambar tersebut adalah hasil dari beberapa jenis distorsi cahaya atau flare lensa.

"Apakah bayangan itu seperti sesuatu pada lensa kamera atau memang ada penampakan Tuhan? Bisa jadi Tuhan itu merupakan sejenis kosmik metafisik," tulis sang empunya blog.

Tidak hanya sekali ini saja, Google Street View sempat menangkap banyak gambar aneh selama beberapa tahun terakhir. Sebagian besar telah melibatkan orang-orang yang nyata melakukan sesuatu yang tidak biasa, seperti tidur di selokan, penampakan Yesus, UFO berbentuk tang besar. Yang paling mengejutkan ini adalah penemuan terbaru dari mayat yang ditangkap oleh kamera Street View di Brasil.

Pada tahun 2006 spotters Google Earth melaporkan adanya penemuan mobil terbang di Perth dan tidak lama setelah itu, sebuah lanskap buatan manusia yang tidak biasa di daerah terpencil China ditemukan. Google sendiri menolak mengomentari penampakan Tuhan di danau Swiss itu.


sumber:OZ
»»  READMORE...

Pintu Berumur 5.000 Tahun Terungkap


ARKEOLOG di kota Zurich, Swiss, telah menemukan sebuah pintu berusia 5.000 tahun yang mungkin menjadi salah satu yang tertua dan pernah ditemukan di Eropa. 

"Pintu kayu kuno itu masih padat dan elegan dengan engsel terawat baik dan desain luar biasa," ujar kepala arkeolog Niels Bleicher, Rabu (20/10). 

Menggunakan lingkaran pohon untuk menentukan umurnya, Bleicher berkeyakinan pintu itu bisa saja dibuat pada 3063 SM. Ini sekitar waktu pembangunan monumen Stonehenge, bangunan di Inggris yang terkenal, dimulai. 

"Pintu itu sangat luar biasa karena menunjukkan cara papan-papan disatukan bersama-sama," kata Bleicher. 

Kondisi iklim yang keras saat itu membuat orang harus membangun rumah kayu solid untuk menghalau angin dingin yang bertiup dari Danau Zurich. "Pintu itu dapat membantu. Ini desain cerdas yang juga terlihat bagus," ujarnya. 

Pintu tersebut menjadi bagian dari bangunan yang disebut rumah panggung. Rumah ini sering ditemukan dekat danau sekitar 1.000 tahun setelah pertanian dan peternakan pertama kali diperkenalkan ke daerah yang kini dikenal Alpine. 

Temuan itu mirip dengan pintu lain yang ditemukan dekat Pfaeffikon. Pintu ini ditemukan di abad ke-19 dan terbuat dari satu potong kayu solid dan diyakini bahkan lebih tua. "Mungkin ada sejak 3.700 SM," kata Bleicher. 

Helmut Schlichtherle, seorang arkeolog departemen konservasi di Baden-Wuerttemberg, negara bagian Jerman, mengatakan, penemuan sebuah pintu utuh sangat jarang. Biasanya hanya dasar rumah panggung yang diawetkan karena mereka terendam dalam air selama ribuan tahun. 

"Beberapa orang mungkin mengatakan itu hanya pintu. Tapi, ini benar-benar penemuan yang besar karena membantu kita lebih memahami cara orang membangun rumah mereka dan teknologi yang mereka miliki," katanya
»»  READMORE...

WANITA ASAL MICHIGAN USA MELAHIRKAN TIGA ANAK DI 10/10/10, 09/09/09, 08/08/08

Tuesday, 19 October 2010
Tanggal cantik tak hanya menjadi incaran pasangan yang akan melangsungkan pernikahan, tapi juga ibu hamil. Itulah mengapa seorang wanita asal Michigan, Amerika, juga begitu bahagia bisa melahirkan anak ketiganya pada 10 Oktober 2010 atau 10/10/10.

Keberuntungan itu mungkin tak hanya dimiliki wanita itu. Tapi yang spesial, kelahiran bayi perempuan bernama Cearra Nicole Soper itu menggenapi keunikan tanggal lahir dua anaknya yang lain.

Seperti dikutip dari The Sun, anak keduanya lahir pada 09/09/09. Sementara anak sulungnya, Chloe, lahir pada tanggal cantik 08/08/08. "Cearra adalah keajaiban kecil kami," kata sang ibu, Barbara Soper.

Pola unik ini termasuk luar biasa, sebab dua bayi di antaranya lahir prematur. Cearra lahir sebulan lebih awal lantaran ibunya mengalami cedera kaki. Sedangkan Cameron lahir dua minggu sebelum yang dijadwalkan.

"Chloe adalah si angka delapan yang beruntung, Cameron  memiliki angka sembilan untuk keberuntungan, dan Cearra si angka sepuluh yang beruntung."

Namun Barbara dan suaminya Chad, 33 tahun, tak tergoda untuk melengkapi kuartet, apalagi untuk menambah momongan dengan tanggal cantik 11-11-11 pada tahun berikutnya.

"Tiga sudah banyak! Kita tidak punya rencana apa-apa lagi," kata wanita 36 tahun itu.



sumber:VN
»»  READMORE...

Burger Terbesar di Dunia Ada di Australia

Tuesday, 8 June 2010
Burger terbesar di dunia
Sebuah kafe di Australia mengklaim berhasil memasak burger terbesar di dunia. Burger tersebut diklaim memiliki daging seberat hingga mencapai 81 kilogram.

Burger itu dimasak oleh kedua pemilik oleh Kafe Sidney Joe dan Iman El Ajouz dengan berat total keseluruhan antara daging dan roti mencapai 90 kilogram. Berat ini melewati pemegang rekor burger terberat di dunia sebelumnya, yang dibuat di Michigan, Amerika Serikat yang mencapai berat 84 kilogram.

Butuh perjuangan besar untuk memasak burger seberat 90 kilogram ini. Waktu sekira 12 jam dan memerlukan tenaga empat orang pria dewasa, turut campur untuk menghasilkan burger raksasa tersebut.

"Membalikan daging burger tersebut merupakan tantangan tersulit bagi kami. Tetapi untungnya semua berjalan dengan lancar," ucap istri pemiliki kafe Iman El Ajouz seperti dikutip Reuters, Senin (7/6/2010).

"Suami saya harus menyiapkan besi khusus untuk dijadikan penopang wajang untuk memasak daging burger ini," ucap Iman El Ajouz seraya menambahkan.

Burger raksasa tersebut dilengkapi daging yang luar biasa besarnya, 120 telur, 150 potongan keju serta 1,5 kilogram bit dan 2,5 tomat. Tidak lupa pembuat burger ini menambahkan 2 kilogram selada, sebagai isi dari burger yang dilengkapi dengan saus khusus tersebut. Burger ini pada akhirnya dikonsumsi oleh karyawan kafe itu sendiri.

Belum jelas apa pihak Guinness Book of World Record telah mencatat burger raksasa ini.



sumber : OZ
»»  READMORE...

H.PADLAN MANUSIA TERTUA DARI PENAJAM PASER UTARA

Friday, 4 June 2010
H PADLAN

MANUSIA Indonesia dengan umur 100 tahun keatas ternyata juga ditemukan di Kabupaten Penajam Paser Utara. Tepatnya di RT 4D Desa Babulu Darat, Kecamatan Babulu. H Padlan, namanya. Berdasarkan catatan Sensus Penduduk 2010 pada Mei lalu, Padlan kini berusia 135 tahun. Jika ini benar, pria yang masih kelihatan sehat itu dilahirkan pada 1875. Apa resepnya sehingga berumur panjang di atas usia rata-rata orang Indonesia itu?

“Tidak ada resep. Saya hanya diam, minum kopi dan merokok. Selebihnya karena nasib,” kata H Padlan kepada Kaltim Post dan Balikpapan TV (anak perusahaan Kaltim Post Grup), kemarin. Nasib yang dimaksud lelaki yang memiliki dua istri itu, adalah takdir Allah SWT. 
Padlan yang sehari-harinya melakukan kegiatan berkebun itu memiliki dua istri. Namun, istri pertamanya sudah lama meninggal dunia. Sekarang ini, Padlan yang menghabiskan dua bungkus rokok dan empat cangkir kopi setiap harinya itu ditemani istri keduanya bernama Pinoy (80). 
Meski mengaku belum pikun, Padlan lupa berapa jumlah cucunya. Ia hanya ingat jumlah cicitnya yang menunjuk 10 orang. Dengan dua istri itu Padlan dikaruniai 12 anak. Usia anak pertamanya kini sekitar 60 tahun. Sebagian putra-putrinya sudah menikah dan ikut suami atau istrinya masing-masing. Kadang-kadang saja, anak-anaknya yang tinggal ditempat terpisah mengunjungi Padlan.
Dalam keseharian, Padlan mengisi hari-harinya dengan sangat enjoy. Jika tidak ke kebun, Padlan selalu mengosongkan hati dan pikirannya agar tetap tenang tinggal di rumah. Padlan yakin dengan membiarkan hati dan pikiran tenang akan membuat hidupnya tenang dan senang. Kalau sudah tenang dan senang akhirnya membuat hidupnya jadi tentram, dan umur pun diyakininya bisa jadi panjang.
Ia punya kisah tersendiri berkaitan dengan usianya yang teramat tua itu. Ia mengaku ditolak oleh petugas untuk menunaikan ibadah haji pada 2001 silam, karena usianya dianggap terlalu uzur. Namun, akhirnya ia pun bisa berangkat menunaikan ibadah dengan baik ke Tanah Suci. “Alhamdulillah,” ujarnya.
Selain berkebun, Padlan praktik pengobatan medis dan non-medis. Hampir setiap hari ada saja warga yang datang berobat kepadanya. Saat membantu mengobati orang ia tidak mematok biaya tertentu. Kalau ada yang memberi sebagai ucapan terima kasih karena merasa telah dibantu, Padlan terima dengan senang hati.
Padlan dan Pinoy serta beberapa cicitnya tinggal di rumah kayu yang berukuran cukup besar dan panjang. Ada beberapa perabot rumah tangga berupa alat-alat elektronik, seperti televisi. Kadang-kadang Padlan didampingi cicit-cicitnya menyaksikan sejumlah siaran di televisi yang ada di ruang tamu rumahnya itu.
Selain di Penajam Paser Utara, pria tertua di Indonesia yang mencapai usia 140 tahun ditemukan di Sragen, Jateng. Suparman Sudimedjo, namanya. Sama seperti Padlan, kakek ini juga mengaku lupa tanggal kelahirannya. Hanya saja, ia mampu menceritakan ia lahir bersamaan waktunya dengan pembangunan sebuah pabrik pada tahun 1880 di Sragen.


sumber :  KP
»»  READMORE...

SUMBANGAN KOIN UNTUK PRITA MENGALIR HINGGA Rp 825 JUTA

Monday, 21 December 2009

SUMBANGAN: Prita Mulyasari didampingi Rido Slank
menjelang menerima sumbangan Rp 825 juta, malam tadi.

 Koin sumbangan untuk Prita Mulyasari menembus angka fantastis. Lewat Konser Koin Untuk Keadilan: Cukup Satu Prita Saja, yang merupakan puncak rangkaian kegiatan Koin Keadilan Untuk Prita itu, terkumpul sumbangan sebesar Rp 825.728.550. Konser amal tersebut berlangsung di Hard Rock Cafe, Ex Plaza, kawasan Jalan Thamrin, Jakarta Pusat, malam tadi (20/12).

Dana senilai lebih dari Rp 800 juta itu, merupakan gabungan dari sejumlah sumbangan. Rinciannya, sumbangan berupa koin sebesar Rp 612.900.000, uang kertas Rp 55 juta, paket sumbangan dari berbagai daerah di Indonesia sebesar Rp 37 juta. Mantan menteri perindustrian Indonesia Bersatu I, Fahmi Idris juga ikut menambah jumlah sumbangan dengan memberikan cek senilai Rp 102 juta. Yang terakhir, sumbangan senilai Rp 50 juta terkumpul dari hasil penjualan tiket konser amal terhitung hingga pukul 20.00 WIB.

“Untuk konser amal ini, kita memang membandrol tiket masuk seharga Rp 50 ribu. Ini hanya merupakan tanda solidaritas, karena seluruh hasil penjualan tiket langsung diserahkan pada Prita,” papar Ketua Panitia Konser Koin Untuk Keadilan Adib Hidayat.

Seluruh sumbangan tersebut diberikan secara simbolis kepada Prita Mulyasari. Prita yang kala itu mengenakan setelan bernuansa hitam menerima paket sumbangan simbolis itu sambil mengucap banyak terimakasih. “Terimakasih kepada seluruh masyarakat Indonesia atas kepedulianya. Semoga setelah saya, tidak ada Prita-Prita yang lain,” ujar wanita berjilbab itu.

Usai menerima sumbangan sebesar itu, ibu dua anak itu mengaku belum memiliki rencana pasti. Dia ingin memfokuskan diri terlebih dahulu pada putusan Pengadilan Tinggi Banten, dengan upaya hukum pada 29 Desember mendatang. Dalam putusan itu, dia dihukum membayar Rp 204 juta atas kesalahannya mencemarkan nama baik RS Omni International dan dua dokternya.

“Saya masih menunggu putusan hukum perdata, jadi ingin fokus kesana dulu. Tapi, begitu semuanya selesai, sisa sumbangan akan saya sumbangkan ke yayasan sosial,” paparnya. Ada kemungkinan juga, tambah Prita, dia akan membentuk yayasan sosial.

Sementara itu, konser amal tersebut berlangsung meriah. Konser yang berlangsung mulai pukul 15.00 WIB hingga 21.00 WIB itu diramaikan puluhan artis ibukota kenamaan. Antara lain, Slank, Audy, Sheila on 7, GIGI, Ari Lasso, Sherina, Titi DJ, Andra & The Backbone, She, Nidji, Cokelat dan masih banyak lagi.

Yang istimewa, para pendukung acara konser melakukan pertunjukan dengan sukarela demi solidaritas atas kasus yang menimpa Prita. Pihak penyedia venue acara konser, Hard Rock Café juga menyediakan tempat dengan cuma-cuma. “Semua yang terlibat dalam acara ini, baik pengisi acara, venue konser, maupun panita berpartisipasi secara sukarela dan tidak menerima bayaran sepeser pun,” jelas Adib.       Adib memaparkan, konser Koin Untuk Keadilan ini merupakan bentuk rasa kesetiakawanan dan pernyataan sikap untuk melawan ketidakadilan agar tidak ada lagi kasus semacam Prita yang lainnya.

“Jadi, meski gugatan terhadap Prita sudah dicabut, acara seperti ini penting untuk tetap diadakan, agar jangan sampai ada Prita-Prita yang lain. Cukup Satu Prita Saja,” ujar Adib yang juga menjabat sebagai Managing Editor Majalah Rolling Stones Indonesia itu.
 
sumber : kp
»»  READMORE...

Edan, Anggodo Dapat Penghargaan karena Dianggap Berjasa!

Thursday, 10 December 2009

Cukong yang bernama Anggodo

Lembaga swadaya masyarakat (LSM) Cikini Center memperingati Hari Antikorupsi Sedunia dengan memberikan penghargaan kepada Anggodo Widjojo karena dianggap berjasa menggelorakan semangat antikorupsi segenap elemen bangsa.

Kepada wartawan di Jakarta, Rabu (9/12/09), Direktur Eksekutif Cikini Center Sonny Pudjisasono mengatakan, berkat Anggodo, peringatan Hari Antikorupsi Sedunia yang biasanya sepi menjadi gegap gempita tahun ini.

"Hampir semua elemen rakyat, termasuk lembaga penegak hukum, hingga istana, mendadak mau ikut menyanyikan lagu lama berantas mafia kasus, berantas korupsi, tegakkan keadilan untuk rakyat," katanya.

Menurut Sonny, berkat Anggodo pula, kini terkuak puncak gunung es kebobrokan hukum di Indonesia yang selama ini berusaha ditutupi. Artinya, kasus Anggodo memiliki multiple effect (efek ganda) yang luar biasa.

Dengan terkuaknya ketidakberesan hukum itu, pihak berwenang kini tak dapat mengelak lagi, mau tak mau harus melakukan pembenahan, dan itu berarti terbuka peluang bagi masyarakat untuk meraih keadilan.

"Sejatinya anugerah dari langit ini datang untuk menyelamatkan rakyat dan ini tak lepas dari sosok Anggodo. Kita patut berterima kasih kepadanya," kata Sonny.

Meski memberi penghargaan kepada Anggodo, bukan berarti pihaknya bermaksud memberikan pembelaan terhadap kasus yang menimpa adik kandung tersangka kasus korupsi Anggoro Widjojo itu.

"Justru kami ingin menyindir aparat hukum, karena sampai hari ini status hukum Anggodo masih mengambang. Ini tantangan bagi aparat untuk menindaklanjuti kasus Anggodo," katanya.

Terkait pemberian penghargaan yang diberi nama Cikini Center Award itu, Sonny mengatakan, pihaknya akan menghubungi Anggodo atau kuasa hukumnya untuk menerima penghargaan itu.

sumber : k
»»  READMORE...

Elegi Minah dan Tiga Buah Kakao di Meja Hijau...

Friday, 20 November 2009
Minah (55), petani dari Dusun Sidoharjo, Desa Darmakradenan, Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Kamis (19/11), dihukum percobaan 1 bulan 15 hari karena mencuri tiga buah kakao di kebun PT Rumpun Sari Antan 4 di desanya. Persidangan di Pengadilan Negeri Purwokerto ini menyedot perhatian masyarakat karena benda yang didakwakan dicuri hanya tiga buah kakao yang akan digunakan Minah sebagai bibit.

Minah (55) hanya dapat meremas kedua belah tangannya untuk menepis kegalauan agar tetap tegar saat menyampaikan pembelaan atau pleidoi di hadapan majelis hakim di Pengadilan Negeri Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Kamis (19/11).

Tanpa didampingi pengacara, ia menceritakan bahwa alasannya memetik tiga buah kakao di kebun PT Rumpun Sari Antan 4, pertengahan Agustus lalu, adalah untuk dijadikan bibit.

Nenek tujuh cucu yang buta huruf ini sesekali melemparkan pandangan kepada beberapa orang yang dikenal guna memperoleh kekuatan. Ia berusaha memastikan bahwa pembelaannya dapat meyakinkan majelis hakim.

Dengan menggunakan bahasa Jawa ngapak (dialek Banyumasan) bercampur bahasa Indonesia, Minah menuturkan, tiga buah kakao itu untuk menambah bibit tanaman kakao di kebunnya di Dusun Sidoharjo, Desa Darmakradenan, Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas. ”Kalau dipenjara, inyong (saya) enggak mau Pak Hakim. Namung (cuma) tiga buah kakao,” ujar Minah kepada majelis hakim.

Minah mengaku sudah menanam 200 bibit pohon kakao di kebunnya, tetapi ia merasa jumlah itu masih kurang. Namun, belum sempat buah tersebut dibawa pulang, seorang mandor perkebunan, Sutarno, menegurnya. Minah lantas meminta maaf dan meminta Sutarno untuk membawa ketiga buah kakao tersebut.

Alih-alih permintaan maafnya diterima, manajemen PT RSA 4 malah melaporkan Minah ke Kepolisian Sektor Ajibarang, akhir Agustus lalu. Laporan itu berlanjut pada pemeriksaan kepolisian dan berakhir di meja hijau.

Minah sudah berusaha melepaskan diri dari jerat hukum. Tapi usahanya sia-sia. Hukum yang mestinya mengayomi masyarakat dengan menegakkan keadilan, bagi nenek Minah, ternyata tak punya nurani. Hukum kita rupanya tak memberi ampun bagi orang kecil seperti Minah. Tetapi, koruptor pencuri miliaran rupiah uang rakyat melenggang bebas dari sanksi hukum.

Di Jawa Tengah, misalnya, empat bekas anggota DPRD dan aparat Pemerintah Kota Semarang yang menjadi terpidana kasus korupsi dana APBD Kota Semarang tahun 2004 sebesar Rp 2,16 miliar divonis bebas. Mereka bebas dari sanksi hukum setelah Mahkamah Agung (MA) mengabulkan permohonan peninjauan kembali mereka. MA menyatakan keempat terpidana itu tidak melakukan tindak pidana.

Muramnya penuntasan masalah hukum di Jateng masih ditambah lagi dengan putusan hakim yang hanya memberikan hukuman percobaan kepada pelaku tindak pidana korupsi. Salah satunya dijatuhkan kepada Ketua DPRD Jateng periode 1999-2004, Mardijo. Terdakwa korupsi dobel anggaran APBD Jateng sebesar Rp 14,8 miliar ini hanya diberi hukuman percobaan selama dua tahun.

Minah memang tak mengerti masalah hukum seperti para terpidana dan terdakwa kasus korupsi itu. Namun, dengan berkata jujur, ia memiliki keyakinan bahwa ia mampu menghadapi rimba hukum formal yang tidak dimengertinya sama sekali.

Terhitung tanggal 13 Oktober sampai 1 November, Minah menjadi tahanan rumah, yakni sejak kasusnya dilimpahkan dari kepolisian kepada Kejaksaan Negeri Purwokerto. Sejak itu hingga sekarang, ia harus lima kali pergi pulang memenuhi panggilan pemeriksaan di Kejaksaan Negeri Purwokerto, dan persidangan di Pengadilan Negeri Purwokerto.

Rumah Minah di dusun, di pelosok bukit. Letaknya sekitar 15 kilometer dari jalan utama Ajibarang-Wangon. Perjalanan ke Purwokerto masih menempuh jarak sejauh 25 kilometer lagi. Jarak sepanjang itulah yang harus ditempuh Minah setiap kali memenuhi panggilan Kejaksaan Negeri Purwokerto dan Pengadilan Negeri Purwokerto.

Satu kali perjalanan ke Purwokerto, Minah mengaku, bisa menghabiskan Rp 50.000 untuk naik ojek dan angkutan umum. Ditambah lagi untuk makan selama di perjalanan. ”Kadang disangoni anak kula (kadang dibiayai anak saya),” katanya.

Sebelum menyampaikan putusan, majelis hakim juga pernah bertanya kepada Minah, siapa lagi yang memberikannya ongkos ke Purwokerto. ”Saya juga pernah dikasih Rp 50.000 sama ibu jaksa, untuk ongkos pulang,” kata Minah sambil menoleh kepada jaksa penuntut umum Noor Haniah.

Noor Haniah yang mendengar jawaban itu hanya dapat memandang lurus ke Minah.

Elegi Minah tentang tiga kakao yang diambilnya melarutkan perasaan majelis hakim. Saat membacakan pertimbangan putusan hukum, Ketua Majelis Hakim Muslich Bambang Luqmono sempat bersuara tersendat karena menahan tangis.

Muslich mengaku tersentuh karena teringat akan orangtuanya yang juga petani.

Majelis hakim memutuskan, Minah dihukum percobaan penjara 1 bulan 15 hari. Jadi, Minah tak perlu menjalani hukuman itu, dengan catatan tidak melakukan tindak pidana lain selama masa percobaan tiga bulan.

Persidangan ditutup dengan tepuk tangan para warga yang mengikuti persidangan tersebut.

Kasus Minah bisa menjadi contoh bahwa penuntasan masalah hukum di negeri ini masih saja berlangsung tanpa mendengarkan hati nurani, yaitu rasa keadilan....

sumber : k
»»  READMORE...

PEREMPUAN PERTAMA ASIA TENGGARA YANG BERHASIL MENAPAKI PUNCAK EVEREST SEKARANG MENGALAMI GEJALA PARANOID DAN DI KUCILKAN LINGKUNGAN TEMPAT TINGGALNYA,

Tuesday, 13 October 2009
Clara Sumarwati, 44, saat menjalani perawatan di RSJ Prof dr Soerojo, Kota Magelang.

Malang benar nasib Clara Sumarwati,44.Pendaki gunung asal Minggiran, Sleman, DIY, yang pernah membawa nama Indonesia hingga ke puncak gunung tertinggi di dunia, Puncak Everest (8.848 meter),kini terisolisir dari dunia luar lantaran harus mendapat pengobatan di bangsal perawatan Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Prof dr Soeroyo,Kota Magelang, Jateng.

Clara yang diyakini sebagai perempuan pertama Asia Tenggara yang berhasil menapak di puncak Everest 26 September 1996 itu mengalami gejala paranoid. Direktur Medik dan Keperawatan RSJ Prof dr Soerojo, Magelang, Bella Patriajaya,menuturkan bahwa Clara adalah pasien kambuhan yang sudah tiga kali ini menjalani perawatan di RSJ.Gangguan jiwanya kambuh karena Clara diduga tidak rutin mengonsumsi obat. “Namun, sejauh ini, kami belum bisa menyimpulkan faktor pemicu apa yang menyebabkan Clara mengalami gangguan jiwa,” kata Bella.

Clara kali pertama dirawat tahun 1997 dan masuk lagi pada 2000. Dan untuk yang ketiga kalinya, keluarga memasukkan Clara kembali ke RSJ pada 30 Juni 2009. Dia dirawat di bangsal W3 atau Wisma Drupadi. Dokter yang merawat Clara, dr Hariyono Padmosudiro menambahkan, gejala gangguan kejiwaan pasiennya memperlihatkan kekhawatiran dan ketakutan yang berlebih. Dia selalu diliputi rasa curiga yang tidak berdasar dan tidak realistis pada lingkungan. Bahkan, akibat ketakutannya itu, dia cenderung bersikap mengganggu lingkungan sosialnya.

“Meskipun orang lain tidak ada apa-apa tetapi dianggapnya mau mencelakakannya,” jelas Hariyono. Pemicu tekanan jiwa dari wanita yang nama dan prestasinya tercatat di sejumlah buku terbitan asing tentang referensi pendakian Gunung Everest, seperti Everest karya Walt Unsworth (1999), dan Everest: Expedition to the Ultimate karya Reinhold Messner (1999) ini kemungkinan karena kekecewaan atas respons sosial lingkungannya yang menyangsikan prestasinya. Orang-orang di sekitarnya dianggap tidak menghargai perjuangannya membawa nama harum bangsa Indonesia. Perasaan itu dipendam dalam kurun waktu yang cukup lama, hingga menyebabkan frustrasi berkepanjangan.

“Berdasarkan data yang kami miliki tidak ada faktor keturunan. Rasa kecewa sebagai pencetus meskipun ada latar belakang berupa mental yang rapuh,”katanya. Hariyono menambahkan, setelah sekitar dua pekan mendapat perawatan, secara medis kondisi wanita kelahiran Yogyakarta,6 Juli 1967 dari pasangan Marcus Mariun dan Ana Suwarti ini mulai membaik. Dia sudah bisa berinteraksi dengan lingkungannya. Bahkan saat ditemui wartawan di bangsal perawatannya, Clara mampu menuturkan kisah pendakiannya di Everest secara runut.

Lulusan Jurusan Psikologi Pendidikan, Universitas Atmajaya, Jakarta, ini juga mengaku masih mempunyai keinginan untuk menaklukkan gunung tinggi di luar negeri. Sayangnya, membaiknya kondisi Clara tidak mendapat dukungan dari lingkungan sosial asalnya. Pihak keluarga menolak membawanya pulang karena khawatir kumat lagi. Surat penolakan kepulangan tersebut juga dilampiri keterangan dari RT dan RW di tempat Clara tinggal Hariyono sendiri berharap keluarga dan masyarakat sekitar tempat tinggal Clara bersedia menerimanya kembali.

“Petugas kami akan berusaha meyakinkan mereka bahwa Clara sudah bisa berperilaku sosial dengan baik dan hal ini perlu mendapat dukungan dari keluarga maupun masyarakat,” imbuh dia. Kisah pilu Clara yang “terdampar” di RSJ ini terungkap secara tak sengaja.Sekitar seminggu yang lalu,beberapa tim penilai pemuda pelopor dari Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga datang ke RSJ Prof dr Soeroyo.Mereka bermaksud menilai Poppy Safitri, wakil kontingen Jateng untuk lomba pemuda pelopor tingkat nasional, yang diketahui menjadi pengajar tari di RSJ tersebut.

Salah satu tim penilai ternyata masih mengenali sosok Clara yang pernah diberi penghargaan Bintang Nararya karena membawa nama harum Indonesia di kancah internasional. Prestasi Clara sebenarnya cukup membanggakan.Selain pernah menaklukkan Everest,dia juga pernah mendaki Gunung Annapurna (7.535 meter) di Nepal pada 1991.

Sedangkan pada Januari 1993, Clara bersama tiga pendaki putri Indonesia lainnya berhasil menaklukkan puncak Gunung Aconcagua (6.959 meter) di pegunungan Andes,Amerika Selatan.

sumber :si
»»  READMORE...

Nenek 107 Tahun Cari Suami ke-23

Monday, 14 September 2009
Wook Kundor, nenek 107 tahun dan suami yang ke 22 nya, Muhammad Noor
Mencari cinta bukan cuma urusan orang muda. Misalnya yang dilakukan seorang nenek berumur 107 tahun di Malaysia bernama Wook Kundor ini. Dia mengaku siap menikah lagi untuk ke-23 kalinya. Wook khawatir suaminya yang ketergantungan obat akan meninggalkan dia untuk perempuan yang lebih muda.

Wook Kundor menjadi berita utama empat tahun lalu ketika menikahi Muhammad Noor Che Musa (37), seorang pria yang 70 tahun lebih muda darinya di negara bagian Terengganu. Ketika itu Muhammad Noor masih berusia 33 tahun.

Namun Wook kini mencari cinta baru karena dia takut Muhammad Noor, yang kini menjalani perawatan rehabilitasi ketergantungan obat-obatan di Kuala Lumpur, akan meninggalkan dia ketika program berakhir.

"Akhirnya, ada kegelisahan pada diri saya," ujar Wook yang dikutip news.com.au dari Straits Times, Senin (14/9/2009).

"Saya sadar bahwa saya adalah perempuan berumur. Saya tidak memiliki tubuh atau seperti perempuan muda yang bisa menarik siapa pun."

"Tujuan saya menikah lagi adalah untuk menghapus kesedihan saya, dan tidak lebih dari itu."

Wook mengaku merasa sendirian tanpa suami yang mendampinginya saat hari raya Idul Fitri. Wook berencana mengunjungi Muhammad pada hari kedua Lebaran, jika ada tetangga yang mau mengantarnya ke Kuala Lumpur.
sumber :si
»»  READMORE...
 
 
 

About Me

My Photo
Ernesto Silangen
samarinda, kalimantan timur, Indonesia
View my complete profile

Followers

 
Copyright © Mahakam News