Showing posts with label kriminal. Show all posts
Showing posts with label kriminal. Show all posts

Jambret Incar Pengendara Motor Wanita di Balikpapan

Tuesday, 21 February 2012
Fitri, baju kuning, warga Perumahan Bukit Damai Sentosa (BDS) yang dijambret.


Ulah para penjambret kian mengkhawatirkan. Mereka tak hanya mengambil barang berharga milik korban yang disasar, tetapi juga mencelakai. Hal inilah yang terjadi pada Fitri, warga Perumahan Bukit Damai Sentosa (BDS), Balikpapan Selatan, Minggu (19/2/12) sekitar pukul 18.30 sore.

Ia menderita luka di tangan, lutut dan kakinya akibat jatuh dari motor saat sang penjambret berupaya merampas tasnya di Jl Jend Sudirman (kawasan Stalkuda) Balikpapan Selatan. 

"Saya dari rumah mau ke Klandasan. Tas cangklong saya taruh di bahu kiri. Saat di Stalkuda dekat Rutan Balikpapan, motor saya dipepet motor lain dari sebelah kiri. Kemudian tas saya ditarik. Saya sudah berusaha mempertahankan tas saya tapi motor yang saya kendarai oleng dan saya jatuh dari motor," ungkapnya saat melapor ke Polres Balikpapan, Senin (20/2/12).

Di dalam tas tersebut, lanjut Fitri, ia menyimpan dompet berisi surat-surat penting termasuk KTP, SIM dan kartu ATM juga BlackBerry. "Uangnya sih tidak seberapa. Cuma surat-suratnya itu, harus mengurus ke sana sini," ujarnya.



sumber:Tribun Kaltim
»»  READMORE...

Aksi melawan perompak Somalia

Tuesday, 12 April 2011
»»  READMORE...

Pemilik wisma dan pengunjung di tikam kawanan preman yang mengamuk di lokalisasi Bayur

Thursday, 7 April 2011
 
Sejumlah preman mengamuk di Lokalisasi Bayur, Sempaja Utara, Samarinda Utara, Selasa (5/4) dini hari lalu, sekitar pukul 01.00 wita.
Diduga kuat kawanan preman yang diperkirakan sekitar lima orang ini berulah akibat mabuk minuman keras (miras).
Dari keterangan yang dihimpun Sapos, keributan ini terjadi di Wisma Moro Seneng, yang dikelola oleh pasangan suami istri Akok (67) dan Sumini (40). Saat itu, sekelompok pemuda salah satunya diketahui bernama Jefri, sedang menggelar pesta miras. Sekitar pukul 01.00 Wita mendadak para pemuda ini ricuh dan membanting botol miras.
Kejadian itu mengejutkan pengunjung wisma lainnya. Diduga kuat, seorang pelaku bersenggolan dengan pengunjung lain dan memancing kericuhan. Kemudian, menurut beberapa saksi mata, beberapa pemuda kembali ke parkiran dan mengambil sejumlah senjata tajam yang diduga jenis badik dari motor masing-masing.
Setelah itu, kawanan pemuda ini kembali masuk ke wisma dan menyerang seorang pengunjung yang belakangan diketahui bernama Joni. Dalam keributan itu, Jefri menghujamkan badiknya ke tubuh Joni. Ia tak bisa menghindar dan akibatnya fatal. Joni tersungkur bersimbah darah setelah badik Jefri menancap di perutnya.
Saat itu, Sumini mencoba melerai. Namun upayanya sia-sia. Ia malah terluka di lengan kanan akibat disabet badik. Melihat korbannya bersimbah darah, para pelaku kabur.
Tak lama kemudian, sejumlah anggota Reskrim Polsekta Samarinda Utara tiba di lokasi kejadian. Setelah mengetahui beberapa identitas pelaku, polisi melakukan pengejaran. Jefri saat itu sempat kabur ke kawasan hutan di Bayur.
Polisi bersama warga sempat mengepung kawasan tempat pelarian pelaku. Belakangan, Jefri keluar dari hutan dan memilih menyerahkan diri kepada pihak kepolisian.
"Dia kami amankan setelah bersembunyi beberapa jam di dalam hutan. Dari tangannya, kami sita sebilah badik yang dipakai menusuk korban," kata Kapolsekta Samarinda Utara Kompol Bramanti Agus SH SIK kepada Sapos.
Jefri pun digelandang ke Polsekta Samarinda Utara. Sementara itu, empat rekannya yang lain, sampai saat ini masih buron dan masih dikejar.
Sedangkan Joni dan Sumini yang menjadi korban penikaman, dilarikan ke RSUD AW Sjahranie. Sumini hanya menderita luka ringan di pergelangan tangannya. Namun, Joni kondisinya lumayan parah. Ia dirawat di ruang ICU karena luka tusuk di bagian perutnya dan tak sadarkan diri.
"Kondisi korban yaitu Joni cukup parah. Dia belum sadarkan diri. Sementara Sumini menjalani rawat inap karena terkena sabetan pisau di tangan," jelas Bramanti lagi.


sumber: SP
»»  READMORE...

BAYI DI BUANG DI MAHAKAM DENGAN TALI PUSAR MASIH MELILIT DAN DI BUNGKUS PLASTIK

Saturday, 23 October 2010
Puluhan warga Jl KH Mas Mansur, RT 29, Gang Citra 3, Loa Bakung, Sungai Kunjang, Jumat (22/10) sekitar pukul 07.30 Wita kemarin, digemparkan dengan penemuan sesosok bayi laki-laki yang sudah tak bernyawa. 
Bayi yang ditemukan mengapung di Sungai Mahakam sekitar jamban langgar Ar Rahman itu diduga baru berumur satu hari sebelum akhirnya dibuang. Pasalnya saat ditemukan, di jasad bayi tersebut masih terdapat tali pusar yang belum terpotong. Selain itu masih terdapat bercak darah pada plastik pembungkusnya.
Penemuan bayi malang itu bermula saat sejumlah anak-anak yang tinggal di kawasan tersebut, sedang asyik mandi di bantaran sungai. Sejurus kemudian, mereka melihat sebuah tas plastik berwarna merah berbau tak sedap. 
Hal itu membuat mereka penasaran dan mendekat. Saat dilihat, ternyata isinya jasad bayi. 
Hal itu membuat sejumlah bocah tersebut ketakutan dan langsung melapor ke sejumlah warga setempat. M Hadari (48), warga sekitar, langsung menuju ke arah tempat penemuan setelah mendengar kabar tersebut. 
"Waktu saya dengar kabar ada bayi yang ditemukan di sekitar jamban langgar, saya langsung ke sana dan ingin melihat langsung," ungkap Hadari saat dimintai keterangan aparat kepolisian. 
Setelah memastikan kalau memang di dalam bungkusan tersebut adalah sesosok bayi, ia dan beberapa warga lainnya langsung menghubungi pihak kepolisian. Kendati demikian, bapak dua anak itu tak mau bertindak ceroboh. Sebelum petugas datang ke TKP Ia tak mau menyentuh plastik tersebut. 
"Setelah polisi datang baru saya pinggirkan dan langsung saya angkat sesuai anjuran pak polisi," jelasnya. 
Jasad bayi itu langsung dilarikan ke RSUD AW Syahranie untuk menjalani outopsi terkait penyebab kematiannya. 
Kapoltabes Samarinda Kombes Pol M Arkan Hamzah melalui Kapolsekta Sungai Kunjang AKP Eko Suroso SIK mengungkapkan, sejauh ini pihaknya masih mengumpulkan informasi terkait siapa pelaku pembuangan bayi tersebut. 
"Untuk sementara kita masih melakukan penyelidikan. Oleh karenanya kita masih mengumpulkan informasi termasuk orang yang menemukannnya," ungkap Eko pada Sapos. 
Ia juga menyebut, bayi malang itu dibuang setelah beberapa jam dilahirkan. 
"Kita belum dapat memastikan karena ini masih dalam proses penyelidikan," ulasnya. 
Hingga kemarin siang jasad bayi tersebut masih disemayamankan di RSUD AW Sjahranie sembari menunggu proses outopsi. Sementara itu kasus ini masih ditangai Polsketa Sungai Kunjang. 


sumber :SP
»»  READMORE...
 
 
 

About Me

My Photo
Ernesto Silangen
samarinda, kalimantan timur, Indonesia
View my complete profile

Followers

 
Copyright © Mahakam News