MP3 Clips
Labels
- bencana (44)
- budaya (1)
- demo (4)
- duniasiana (12)
- ekonomi dan bisnis (4)
- family (1)
- fauna (1)
- Internasional (21)
- iptek (4)
- kecelakaan (1)
- kesehatan (4)
- korupsi (1)
- kriminal (4)
- musibah (1)
- narkoba (2)
- nasional (76)
- olahraga (3)
- pembangunan (2)
- Piala dunia (1)
- Piala dunia 2010 (1)
- politik (25)
- premanisme (2)
- sejarah (1)
- selebritas (7)
- seputar borneo (42)
- teroris (7)
- trend (2)
- video (1)
Trailer terperosok ,jalur Samarinda Balikpapan macet total
Tuesday, 21 February 2012Posted by Ernesto Silangen at 09:10 0 comments
Labels: seputar borneo
Kutai Kartanegara dan Gizi Buruk
Monday, 20 February 2012Berdasarkan survei Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim pada tingkat gizi anak-anak di 14 kabupaten-kota se-Kaltim tahun 2011, tercatat sebanyak 291 anak di Kaltim menderita gizi buruk, dengan Kabupaten Kukar menempati urutan pertama sebanyak 61 anak. Kasus gizi buruk terendah terjadi di Balikpapan dengan hanya 1 kasus.
Terhadap data ini, Kepala Dinas Kesehatan Kaltim Syafak Hanung cenderung 'menyalahkan' masyarakat. Menurut Hanung, masih banyaknya ditemukan penderita gizi buruk disebabkan minimnya kesadaran dan pemahaman orang tua terhadap posyandu bagi anak, sehingga informasi nilai gizi pada anak terabaikan.
Dinkes Kaltim pun akan menggerakkan kader kesehatan dan seluruh posyandu di setiap kecamatan di masing-masing kabupaten-kota se Kaltim, termasuk melibatkan orang tua dalam sosialisasi peningkatan gizi anak-anak. Saya hanya akan menyoroti Kukar. Seandainya fakta ini dijadikan tema perbincangan dalam sebuah forum, niscaya akan ada komentar miring dengan kalimat sejenis seperti di bawah ini:
"Kukar daerah kaya, tapi bikin malu!"
"Gizi buruk Kukar tertinggi, ke mana saja APBD-nya? Dikorupsi ya?"
"Banyak pejabat Kukar tersangkut kasus korupsi, jembatannya runtuh, gizi buruk tertinggi. Ini bukti ada yang tidak beres dalam pengelolaan Kukar."
Tiga contoh komentar di atas bisa jadi mewakili suara masyarakat yang bernada marah, geram, sinis, antipati terhadap pemerintah Kukar. Pengamat dan tokoh politik di luar koalisi pemerintah pun mungkin saja bersuara sama alias mengkritik keras. Adapula sebagian kelompok pemuda dan mahasiswa berhaluan revolusioner ataupun moderat yang memilih aksi turun ke jalan alias demonstrasi sebagai wujud kepedulian (versi mereka).
Namun, apakah komentar miring, kritikan pedas, unjuk rasa mampu mengubah situasi? Pada suatu keadaan di tempat dan waktu yang lain boleh jadi tindakan tersebut membawa hasil yang positif. Tetapi, Kukar adalah area tersendiri yang `istimewa'. Kultur politik, sosial dan budaya Kukar tak memungkinkan aksi frontal atau revolusioner dapat mengubah keadaan. Penguasa Kukar adalah representasi mayoritas kekuatan sosial politik. Begitu pula etnis asli Kukar telah terbiasa dalam kehidupan masyarakat yang tenang dan damai tanpa kekerasan.
Kita rakyat kecil tak punya kekuatan dan akses kekuasaan untuk memposisikan Kukar sesuai dengan predikatnya sebagai daerah terkaya dan masyarakatnya juga kaya lagi sejahtera. Keluh kesah, suara negatif, dan aksi protes tak dapat diandalkan dalam menyelesaikan masalah, sebaliknya hanya akan membuat sakit hati saja.
Rakyat Kukar sudah berpartisipasi mendukung pemerintah membangun kabupaten dengan menyukseskan pilkada, membuat keamanan dan ketertiban daerah yang kondusif, aktif berperan serta dalam PNPM Mandiri, dan program lainnya.
Rakyat Kukar telah menggunakan daya dan upaya sesuai kapasitasnya sebagai obyek pembangunan. Sebagai insan yang berketuhanan, kita mempunyai `senjata rahasia' yang ampuh. Ya, doa kepada Sang Pencipta adalah kekuatan manusia saat daya dan upaya sudah dilakukan.
Mari kita doakan agar para pemimpin Kukar senantiasa menyadari bahwa kekuasaan yang diembannya adalah amanat yang bisa mempermudah langkah mereka menuju surga jika dilaksanakan dengan jujur dan adil. Mudah-mudahan pemangku kekuasaan di Kukar menempuh jalan surga sehingga memberikan manfaat yang positif bagi seluruh masyarakat. Amin.
sumber:Tribun kaltim
Posted by Ernesto Silangen at 16:42 0 comments
Labels: seputar borneo
PENANGANAN BANJIR SAMARINDA,JAANG BANTAH KALAU DI ANGGAP TAK BECUS
Friday, 22 July 2011Informasi penghentian subsidi banjir pemprov itu semula diutarakan Sekretaris Komisi III DPRD Kaltim Jawad Siradjuddin. Dia mengatakan, pemprov tak akan memberi bantuan keuangan lagi ke pemkot untuk penanggulangan banjir. Alasannya, beberapa proyek banjir tak dilaksanakan dengan baik oleh pemkot. Contoh proyek Polder Gang Indra, penanganan banjir di Jalan Lambung, Jalan Gerilya, Jalan Antasari, dan lainnya.
Kembali ke Jaang, dia mencoba menyakinkan jika wacana yang muncul itu belum pasti. Sebab menurut wakil wali kota dua periode pendamping Achmad Amins ini, belum ada keputusan resmi dari pemprov terkait masalah tersebut. Bahkan dia belum tahu bila ada wacana penghentian subsidi banjir yang tahun-tahun sebelumnya diberikan pemprov ke pemkot, termasuk pembentukan instansi khusus yang menangani banjir membawahi pemprov.
“Itu ‘kan hanya wacana, bagaimana bentuk kebijakannya belum bisa dilihat sampai sekarang,” ujarnya.
Disinggung pemicu penghentian subsidi itu karena pemkot dinilai kurang becus menangani banjir Samarinda, Jaang membantanya. Menurut dia, penanganan banjir tidak bisa diselesaikan dalam waktu cepat, tapi harus melibatkan banyak pihak termasuk pemprov. “Menangani banjir tidak seperti menggosok lampu aladin. Jadi memang tidak bisa dalam waktu singkat,” imbuhnya.
Terkait keterlibatan pemprov yang semakin besar dalam menangani berbagai persoalan di Samarinda, seperti pengambilalihan proyek Bandara Samarinda Baru (BSB) dan perbaikan Jalan Cendana, Jaang seolah tidak mau terlalu jauh berkomentar. Hanya saja dia sempat mengatakan jika Kamis (21/7) hari ini bakal ada kunjungan resmi dari pemprov ke pemkot untuk mendengarkan program kerja pemkot.
“Kita lihat saja, kebetulan besok (hari ini. Red.) pemkot akan mempresentasikan program kerja dan segala persoalan yang ada dalam kunjungan resmi pemprov,” tambahnya. Jaang juga mengatakan jika apa yang disampaikan Jawad Siradjuddin adalah motivasi pemkot untuk menghadapi berbagai persoalan, seperti banjir dan lainnya.
sumber:Kaltim post
Posted by Ernesto Silangen at 10:46 0 comments
Labels: seputar borneo
JALAN BERLUBANG SEPANJANG SANGATA - TELUK GOLOK ,TEPATNYA DI MALOY
Posted by Ernesto Silangen at 10:40 0 comments
Labels: seputar borneo
PROYEK BANJIR YANG TAK BERES DI TANGANI PEMKOT
Thursday, 21 July 2011Menurut Nusyirwan, beberapa proyek penanganan banjir, seperti normalisasi Sungai Karang Mumus (SKM) sebenarnya pengerjaannya dilakukan bersama-sama. Karena sumber dana berasal dari APBD Provinsi dan APBD Kota. “Pengerjaan proyek banjir itu wajar saja jika pemprov ingin bantu. Itulah mungkin wujud kepedulian pemprov untuk membangun kota ini,” jelas Nusyirwan.
Disinggung bahwa pemprov mulai tahun ini tidak memberikan subsidi dana banjir lagi ke pemkot karena kurang beres menangani proyek banjir, Nusyirwan mengatakan wajar bila pemprov mengambil alih proyek itu. Karena anggaran itu memang masuk pos subsidi provinsi, yang jika pemprov sendiri yang mengerjakan adalah bentuk kewajaran.
Pemutusan subsidi banjir dari pemprov yang dikelola pemkot selama ini, sebelumnya disampaikan Sekretaris Komisi III DPRD Kaltim Jawad Siradjuddin. Dia mengatakan, pemprov tak akan memberi bantuan keuangan lagi ke pemkot untuk penanggulangan banjir. Alasannya, beberapa proyek banjir tak dilaksanakan dengan baik oleh pemkot. Contoh proyek Polder Gang Indra, penanganan banjir di Jalan Lambung, Jalan Gerilya, Jalan Antasari, dan lainnya.
Jawad bahkan menjelaskan, pemprov berencana membentuk instansi khusus penanggulangan banjir dan mengelola anggarannya. “Instansi tersebut baru dalam perencanaan yang di bawah pemprov,” ucapnya. Untuk keseluruhan anggaran penanggulangan banjir di Samarinda akan dianggarkan sekitar Rp 1,8 triliun hingga 2012.
sumber: Kaltim post
Posted by Ernesto Silangen at 09:53 0 comments
Labels: seputar borneo
SIMPANG MALL LEMBUSWANA SAMARINDA LANGGANAN TETAP BANJIR
Ada anekdot yang saya dengar dari orang samarinda bahwa di samarinda hujan sebentar saja pasti sudah akan banjir di mana-mana,tetapi ada yang paling parah,yaitu di simpang mall lembuswana,mendung saja simpang lembus itu sudah banjir,,,,itu berarti simpangan lembuswana sangat rawan banjir...sampai saat ini setiap hujan di atas satu jam,wilayah simpang lembuswana pasti terendam dan ironisnya Kediaman dinas Walikota Samarindapun berada persis di samping Mall Lembuswana dan sudah pasti akses ke kediaman Walikota Wamarinda ikut tergenang banjir.
berharap ada penanganan yang serius dari pemerintah kota agar kota samarinda bebas dari banjir.
Posted by Ernesto Silangen at 09:38 0 comments
Labels: seputar borneo
Warga pesisir minta jatah blok Mahakam
Monday, 1 November 2010“Wah saya kurang tahu mengapa bisa muncul hitung-hitungan seperti itu. Dasar menghitungnya apa dan aturannya mana?,” kata Bupati Kukar Rita Widyasari.
Karenanya, bupati wanita ini menyebut belum menerima porsi hitung-hitungan yang telah dilakukan pemprov. “Itu kan kata mereka (hitung-hitungan pemprov, Red.). Kita lihat saja nanti (belum setuju, Red.),” tegasnya.
Rita mengatakan, alasan dirinya tidak menerima hitung-hitungan pemprov itu saat ini, karena masih melakukan kajian terhadap Blok Mahakam. “Saya kan masih menugaskan staf mempelajari semua persoalan Blok Mahakam. Tunggu itu dulu,” tambahnya.
Seperti diketahui, perjuangan untuk mendapatkan saham pengelolaan Blok Mahakam sejak awal didominasi oleh Pemprov Kaltim. Menurut Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak, pemprov dipastikan akan bergandengan tangan dengan PT YBE untuk mengelola Blok Mahakam. Hingga pemprov melalui Perusda PT Migas Mandiri Pratama (MMP) menggandeng PT YBE, Kukar sebagai pemilik wilayah tak dilibatkan. Gubernur baru mengajak Kukar ketika menghadap Dirut Pertamina Karen Agustiawan, dua pekan lalu di Jakarta. Itu pun wakil Kukar tak ikut pertemuan karena terlambat datang lantaran adanya perubahan jadwal.
Hitung-hitungan Kaltim dapat bagian Rp 2 triliun, sedangkan YBE Rp 6 triliun per tahun dilontarkan oleh Direktur PT MMP Sofyan Helmi. Angka itu diperoleh dari proyeksi 15 persen saham di Blok Mahakam yang bisa diambil alih daerah, dan dibeli pemprov dengan dana dari PT YBE. Alhasil, PT YBE akan mendapatkan 80 persen keuntungan, sementara pemprov hanya kebagian 20 persen.
Menurut Sofyan Helmi, perhitungan pemprov menerima bentuk kerja sama itu, juga didukung kajian konsultan perminyakan PT Exploration Think Tank Indonesia (ETTI).
Tak hanya Bupati Rita, sejumlah anggota DPRD Kaltim pun mempertanyakan hitung-hitungan yang dilontarkan Sofyan Helmi. Sejumlah wakil rakyat itu minta agar pemprov membeber kerja sama dengan YBE agar semuanya jelas dan tak terjadi kecurigaan.
PESISIR BICARA
Sementara itu, tokoh kawasan pesisir Kukar juga tergiur dengan saham Blok Mahakam yang saat ini dikejar oleh Pemprov Kaltim. Sabtu (30/10), tokoh-tokoh wilayah pesisir telah membicarakan hal tersebut. Hasilnya, mereka menyebut warga pesisir Kukar berhak mendapatkan porsi di Blok Mahakam sesuai otonomi daerah. Jadi bukan Pemprov atau Kukar, tapi masyarakat di kecamatan-kecamatan pesisir Kukar.
“Warga di kecamatan-kecamatan pesisir Kukar adalah daerah tempat asal sumber daya alam itu. Kami minta ada pemerataan pembangunan dan anggaran sesuai kenyataan ini,” kata M Husni, perwakilan tokoh masyarakat pesisir, kemarin.
Karena itu, Husni menyebut, warga pesisir ingin pemerintah pusat memberikan kebijakan pada daerah untuk mengelola sendiri sumber daya alam itu.
“Seharusnya warga pesisir yang mendapat perhatian lebih karena SDA ini. Karena itu, kami ingin pembentukan Kutai Pesisir bisa segera dilakukan,” ujarnya
Posted by Ernesto Silangen at 23:30 0 comments
Labels: seputar borneo
Demi Blok Mahakam, Pemprov Kaltim Temui Dirjen ESDM dan BP Migas
Sunday, 24 October 2010Untuk diketahui, seperti yang dilansir situs International Business Time, Morgan Stanley adalah penyedia jasa keuangan global yang bermarkas di New York, Amerika Serikat.
Posted by Ernesto Silangen at 11:24 0 comments
Labels: seputar borneo
Komplotan Penjarah Alat Berat beraksi di Perusahaan Kelapa Sawit diringkus
Saturday, 23 October 2010Posted by Ernesto Silangen at 00:14 0 comments
Labels: seputar borneo
TIGA CALON WALIKOTA SAMARINDA TERLIBAT MONEY POLITIK
Tuesday, 19 October 2010“Temuan ini sudah kami serahkan ke Gakumdu (Gerakan Hukum Terpadu, Red) dan besok (hari ini, Red) gelar kasus itu dilakukan. Dari temuan di lapangan, ada tiga calon yang terlibat,” ujar anggota Panwas Divisi Penanganan dan Penyelesaian Kasus Syahruddin Idris. Sayangnya, dia tak bersedia menyebut nama tiga cawali terduga.
Dikatakannya, dari tiga laporan, ada dua motif yang ditemukan, yaitu membagi-bagikan uang, dan bagi-bagi beras. “Kami menganggap ini tindak pidana. Tetapi yang menentukan adalah hasil rapat gelar kasus oleh Gakumdu,” jelas Idris.
Gelar kasus di kantor Gakumdu yang dijadwalkan hari ini pukul 09.00 Wita akan dihadiri semua anggota, yakni dari unsur Panwas, pihak kepolisian, penyidik, dan jaksa. Dari hasil gelar kasus ini akan ditentukan selanjutnya proses temuan tersebut.
Kasat Reskrim Polresta Samarinda AKP Arif Budiman saat ditemui di ruang kerjanya Kamis (14/10) kemarin membenarkan adanya laporan dari Panwas Pilkada terkait temuan money politics selama proses Pilkada berlangsung.
Ketua Timses Syaharie Jaang-Nusyirwan, Nursobah berharap agar kasus tersebut diusut. “Setiap pelanggaran harus diproses tanpa pandang bulu. Sekaligus jadi pembuktian bahwa Panwas menjalankan tugasnya sesuai prosedur. Sebaliknya apabila kasus tersebut ngambang kepercayaan masyarakat kepada penegak hukum akan semakin memudar,” kata Nursobah.
Komentar senada dilontarkan oleh Dahri Yasin selaku ketua Timses Andi Harun-Damanhuri. “Ini sudah di luar ranah kami selaku tim sukses. Tapi langkah yang dilakukan Panwas sudah benar. Mekanismenya sudah jelas. Tetapi konsistensi Panwas perlu dipertanyakan, akan dibawa kemana temuan tersebut. Selaku timses saya menuntut agar temuan diproses sebagaimana mestinya,” kata Dahri.
Temuan Panwas adanya tiga kandidat yang terindikasi melakukan money politics juga direspons Sutrisno, calon wali kota dari jalur independen. Dia mempersilakan Panwas mengusut tuntas temuan itu agar semua jelas, juga untuk pembelajaran politik.
Pernyataan tak jauh berbeda disampaikan Ipong Muchlissoni. Pemenang kedua sesuai hasil hitungan cepat lembaga survei LSI ini meminta ada proses hukum. “Kalau memang ada temuan panwas terkait dugaan praktikmoney politic oleh pasangan calon wali kota, maka harus diproses sesuai aturan yang berlaku,” tambahnya.
Baik Nursobah, Dahri Yasin, Sutrisno maupun Ipong menyatakan tak terlibat dalam politik uang sebagaimana dugaan panwas tersebut.
DIJAGA KETAT
Sementara itu, rapat pleno rekapitulasi perhitungan suara oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan dilangsungkan sesuai jadwal, yakni Sabtu (16/10) di Hotel Mesra International.
“Semua data sudah disetor oleh PPK (Panitia Pemilihan Kecamatan, Red) jam 10.00 Wita tadi (kemarin, Red),” kata Ketua KPU Syarifuddin Tangalindo.
Usai sidang pleno, agenda KPU selanjutnya adalah menunggu apakah ada gugatan atas hasil Pilkada dari para calon. “Kami akan menunggu sampai empat hari. Jika tidak ada gugatan, tinggal pelantikan saja,” ujar Syarifuddin.
Tetapi jika ada gugatan dari cawali, KPU menunggu proses pengadilan di Mahkamah Konstitusi (MK). “Kurang lebih prosesnya selama 14 hari. Jika MK menolak gugatan tersebut, kita akan fokus ke agenda pelantikan wali kota dan wakil wali kota terpilih,” jelasnya. Pelantikan itu akan dilaksanakan 23 November 2010.
Sementara itu, untuk menjaga kenyamanan dan suasana kondusif sidang KPU, pihak kepolisian mengerahkan 2.000 personel. “Hingga saat ini (kemarin, Red) semua tahapan Pilkada berjalan lancar. Tapi pengamanan Pilkada oleh kepolisian tidak berhenti di sini. Kami akan terus melakukan pengamanan hingga tahapan Pilkada usai,” jelas Kabag Ops Polresta Samarinda Kompol Ahmad Yusef Gunawan.
Dia mengatakan, pihaknya akan melakukan pengamanan maksimal saat sidang pleno KPU. “Kami akan menurunkan 2.000 personel. Penempatan personel tidak hanya di kantor KPU, tetapi di semua titik persimpangan dalam kota,” jelas Yusef.
Walau sampai kemarin tidak terjadi hal-hal yang tak diinginkan, tetapi pengamanan penuh oleh pihak kepolisian tetap dilakukan. “Untuk mengantisipasi adanya konsentrasi massa dari luar daerah, petugas juga ditempatkan di pintu-pintu masuk Samarinda,” papar Yusef.
Dia memberikan apresiasi sebesar-besarnya kepada masyarakat atas bantuan dan dukungan sehingga pilkada berjalan aman dan terkendali. “Kami berterima kasih kepada masyarakat karena sudah turut bahu membahu bersama pihak keamanan dalam menjaga kondusivitas selama Pilkada berlangsung. Kami berharap hal ini bisa bertahan hingga akhir tahap Pilkada,” ucapnya
Posted by Ernesto Silangen at 10:15 0 comments
Labels: seputar borneo
BUNTUT PILKADA WALIKOTA SAMARINDAPASANGAN ANDI HARUN DAMANHURI GUGAT KPU DI MK
Monday, 18 October 2010Ketua Tim Sukses (timses) Andi Harun-Damanhuri, Dahri Yasin mengatakan, bukan hasil Pilkada yang disorot pihaknya, melainkan KPU sebagai penyelenggara Pilkada. “Proses Pilkada kita cacat yuridis (hukum, Red),” katanya.
Menurut Dahri, ada dua kesalahan besar KPU, yakni mengenai penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT) dan dualisme Panitia Pengawas (Panwas) Pilkada. Seperti diketahui, KPU dua kali menggelar pleno penetapan DPT, yakni 6 Juli dan 25 Agustus 2010. Saat pleno kedua di Hotel Mesra Internasional, Andi Harun mengatakan, pihaknya belum menerima surat pembatalan hasil pleno KPU tentang penetapan DPT awal Juli lalu. “Jadi belum ada kepastian hukum di sana,” ujarnya.
Dia menjelaskan, jika hasil pleno sebelumnya belum dibatalkan, hasil tersebut masih merupakan DPT sah. Andi Harun juga mempertanyakan sikap KPU atas laporan temuan tim suksesnya tentang 20 ribu pemilih yang belum terdaftar. “Sampai sekarang kami belum mendapatkan klarifikasi apapun dari KPU,” katanya saat pleno penetapan DPT itu.
Dahri menambahkan, satu lagi kesalahan besar KPU adalah melegitimasi dualisme Panwas (versi DPRD dan versi Bawaslu). “Masak dalam satu pemilihan ada dua Panwas. Kami punya bukti dalam berkas resmi KPU yang digunakan di Pilkada, ada tercantum dua Panwas,” ujar Dahri.
Menurutnya, putusan MK saat itu sudah jelas yang menyatakan sah Panwas yang diketuai Asmadi Asnan bentukan Bawaslu melalui Putusan MK No 11/PUU-VIII/2010 telah menyatakan sah terhadap Panwaslu Samarinda yang dibentuk oleh Bawaslu. Tetapi, imbuh Dahri, KPU ngotot mempertahankan Panwas bentukan DPRD.
Dalam perjalanan Pilkada hingga pencoblosan 12 Oktober, kedua Panwas menurut Dahri sama-sama bekerja dan ada di lapangan. Itu menyalahi aturan. Dengan begitu, kata Dahri, KPU sudah melanggar keputusan MK.
“Pilkada ini cacat hukum karena ada dua Panwas di dalamnya. Untuk itu, kami berencana mengajukan gugatan. Saya harap pasangan calon lain juga melakukannya,” tegas Dahri.
Ketika ditanya kapan gugatan itu akan dilayangkan, Dahri belum bisa menjawab. “Saya masih di Jakarta, nanti akan kami komunikasikan dengan calon (Andi Harun-Damanhuri, Red),” tambahnya.
Intinya, menurut Dahri, karena prosesnya sudah cacat hukum, maka pemimpin yang dihasilkan pun patut dipertanyakan keabsahannya. “Ini yang akan kita gugat ke MK dan diuji apakah dualisme Panwas berakibat Pilkada cacat hukum atau tidak,” ujarnya. Dahri menambahkan, sebagai pakar hukum, dirinya menganggap hal itu cacat hukum.
Apabila dibatalkan, lanjut Dahri, jelas timbul kerugian negara yang cukup besar yang harus ditanggung KPU yang dengan sengaja mengakui dan memberi fasilitas kepada Panwas versi DPRD. “Jelas itu memenuhi syarat delik pidana korupsi. Ini penting dipahami masyarakat demi terciptanya Pilkada yang konstitusional,” tegasnya.
Alasan-alasan itu pula yang menurut Dahri membuat timses Andi Harun (AH) enggan membubuhkan tanda tangan di hasil pleno penetapan hasil rekapitulasi perolehan suara Pilkada oleh KPU pada Sabtu (16/10) lalu.
ADEM AYEM
Selain timses AH, ada tiga calon wali kota dan timsesnya yang tidak menandatangani berkas acara itu. Yakni timses Sutrisno-Yulianus Henock, timses Riswan Asmaran-Nasir Waladi, dan timses Dani Firnanda-Ridwan Effendi.
Calon wali kota dari jalur independen Sutrisno mengatakan, dirinya tidak menghadiri pleno tersebut karena ada agenda lain yang tidak bisa ditinggalkan. “Tetapi timses saya datang. Kami tidak sedikit pun ada keinginan tidak menandatangani berita acara. Hanya saja, surat mandat ketinggalan di kantor, jadi timses tidak berani menandatangani berita acara itu,” terangnya.
Dia menambahkan, dirinya dan pendukungnya cukup legowo dan sepenuhnya mendukung pasangan calon terpilih. “Semoga mereka bisa menjalankan mandat masyarakat sebaik mungkin,” ujarnya.
Sutrisno berharap Samarinda lebih baik di bawah kepemimpinan pemimpin baru. “Saya juga berharap semoga perjuangan ini mudah-mudahan bermakna, khususnya bagi masyarakat Samarinda,” katanya.
Ditanya apakah ada rencana mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK), ia mengatakan belum ada terlintas dalam benak. “Saya sampaikan terima kasih kepada semua pendukung SBY (Sutrisno Bersama Yulianus, Red), juga kepada seluruh pendukun JaaNur. Semoga ke depannya Samarinda lebih baik lagi,” harap Sutrisno sekali lagi.
Sementara Dani Firnanda mengatakan, tidak ada masalah dengan hasi pleno KPU. “Saat rapat pleno, timses kami datang. Tapi mungkin kelupaan tanda tangan berita acara. Kami legowo menerima kekalahan. Saya secara pribadi mengucapkan selamat kepada pasangan wali kota terpilih,” tuturnya.
Dia menyatakan dukungannya terhadap ketetapan KPU. “Semoga pasangan terpilih amanah dan berpihak kepada masyarakat,” ucap sang dokter.
BELUM MASUK
Sementara, sejauh ini belum ada yang mengajukan gugatan. Pendaftaran gugatan baru dibuka terhitung sejak Senin (18/10) ini hingga Rabu (20/10) pukul 00.00 Wita. Menurut Ketua KPU Samarinda Syarifuddin Tangalindo, pihaknya siap menerima seandainya ada pasangan calon yang menggugat KPU. “Yang pasti, KPU sudah bekerja sesuai aturan berlaku,” katanya. Dia belum bersedia memberi komentar tentang rencana gugatan terkait dualisme Panwas seperti dikatakan Dahri Yasin.
Tangalindo mengatakan, KPU akan menunggu. “Jika tidak ada gugatan yang masuk ke MK hingga Rabu pukul 00.00 Wita, maka KPU segera melayangkan surat ke DPRD Samarinda untuk acara pelantikan wali kota terpilih,” ujarnya.
Ditanya mengenai batasan mengajukan gugatan, ia mengatakan, tidak ada batasan selama berkaitan dengan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). “Nantinya MK yang akan menilai apakah layak disidangkan atau tidak. Dan jika disidangkan, keputusan MK akan keluar paling lambat 14 hari,” jelas Syarifuddin.
Ia melanjutkan, nantinya setelah KPU melayangkan surat ke DPRD, maka DPRD akan menyurati Gubernur Kaltim, dan Gubernur akan melayangkan surat ke Menteri Dalam Negeri (Mendagri). Lalu keluarlah Surat Keputusan (SK) penetapan Wali Kota dan Wakil Wali Kota terpilih yang akan dilantik 23 November mendatang.
Posted by Ernesto Silangen at 15:05 0 comments
Labels: seputar borneo
Kasus Awang Faroek Jalan Terus Tapi Izin Pemeriksaan Belum Turun dari Presiden
Hal tersebut diungkapkan Pelaksana Tugas (Plt) Jaksa Agung Darmono. "Sampai saat ini kami menunggu turunnya izin pemeriksaan," terang Darmono.
Biasanya, sebelum izin turun, ada pemaparan atau gelar perkara oleh penyidik. "Sampai sekarang juga belum ada permintaan paparan dari Setkab," kata jaksa kelahiran Klaten, Jawa Tengah, tersebut.
Awang Farouk ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengelolaan dana hasil penjualan saham PT Kaltim Prima Coal (KPC) oleh PT Kutai Timur Energy (KTE). Kasus itu terjadi ketika dia menjabat Bupati Kutai Timur. Uang hasil penjualan saham oleh PT KTE bertentangan dengan tata cara pengelolaan keuangan daerah. Nilai kerugian kasus itu mencapai Rp576 miliar.
Selain Awang Faroek, ada 2 kepala daerah lagi yang dibidik Kejagung. Salah satunya Gubernur Bengkulu Agusrin M Najamudin. Ia tersandung kasus penyelewengan dana bagi hasil (DBH) Pajak Bumi dan Bangunan/Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (PBB/BPHTB) di Provinsi Bengkulu.
Nilai kerugian negara dalam kasus tersebut senilai Rp21,3 miliar. Namun, berkas yang telah dinyatakan lengkap (P-21) sejak Mei 2009, hingga kini belum dilimpahkan ke pengadilan.
Menanggapi hal itu, Darmono menjamin, pihaknya akan melimpahkan ke pengadilan. "Kalau sudah P-21, berkas lengkap, pasti segera dilimpahkan," kata Darmono kemarin.
Selama ini beredar rumor bahwa lambannya proses penuntutan untuk Agusrin itu disebabkan dia adalah kader Partai Demokrat. Namun, Darmono langsung membantah. "Nggak ada hubungannya itu," ujar mantan kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta itu.
Selain itu, Kejagung menangani kasus dugaan korupsi yang melibatkan Gubernur Kalimantan Selatan, Rudy Arifin terkait pemberian uang santunan pembebasan tanah eks Pabrik Kertas Martapura. Dalam kasus tersebut, negara dirugikan Rp6,4 miliar.
"Kami sudah mengajukan surat ke imigrasi untuk mencekal yang bersangkutan," ucap Kapuspenkum Kejagung Babul Khoir Harahap. Kejagung juga sedang memroses pengajuan surat izin pemeriksaan ke Presiden.
sumber: SP
Posted by Ernesto Silangen at 14:48 0 comments
Labels: seputar borneo
Pilkada Samarinda..Tanggapi Hasil Pleno, KPUD Beri Masa Sanggah 3 Hari
Sunday, 17 October 2010Setelah penetapan penghitungan suara yang dilakukan secara manual kemarin (16/10), Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Samarinda selanjutnya memberikan tenggang waktu tiga hari bagi pasangan calon walikota-calon wakil walikota untuk mengajukan keberatan atau sanggahan terhadap hasil perhitungan suara tersebut.
Jika dalam tenggang waktu yang diberikan tersebut tidak ada sanggahan dari pihak-pihak terkait, maka penghitungan suara yang sudah ditetapkan tersebut akan segera disampaikan ke DPRD Samarinda untuk selanjutnya mendapat proses pengesahaan dari Mendagri (Menteri Dalam Negeri) melalui Gubernur Kaltim.
"Sesuai prosedur, kami memberikan batas waktu tiga hari bagi pasangan calon yang merasa keberatan dengan hasil perhitungan suara. Mereka berhak mengajukan keberatan ke Mahkamah Konstitusi (MK)" tandas Ketua KPUD Samarinda Syarifuddin Tangalindo usai rapat pleno terbuka rekapitulasi penghitungan suara tingkat Kota Samarinda dan penetapan pasangan calon terpilih kemarin.
KPUD akan menunda penyampaian keputusan penghitungan suara tersebut ke DPRD, jika dalam waktu tiga hari ini ada keberatan yang diajukan salah satu pasangan calon, hingga ada keputusan yang jelas. Dan apabila keberatan tersebut diterima MK, maka penyelesaian dari sengketa akan diproses Pengadilan Tinggi (PT). "Sanggahan ini berlaku mulai hari ini (kemarin, red) hingga Senin (18/10) nanti. Setelah itu, kami tidak akan lagi menerima keberatan dari pasangan calon," ujarnya.
Perhitungan suara manual yang dilakukan KPUD Samarinda kemarin digelar di Hotel Mesra International, dimulai pukul 10.30 wita. Pasangan Syaharie Jaang-Nusyirwan Ismail meraih suara terbanyak dengan perolehan suara 145.611 dari 304.267 suara sah, atau sekitar 47,86 persen.
Sementara di posisi kedua, disusul pasangan Ipong Muchlissoni-Edy Kurniawan dengan mengantongi 73.355 suara, atau sekitar 24,11 persen. (selengkapnya lihat grafis). Hasil penghitungan suara ini kemudian ditetapkan melalui Surat Keputusan KPUD Samarinda.
Angka Golput Tinggi
Dari hasil penghitungan suara oleh KPUD kemarin, jumlah golput mencapai 295.557 suara yang hampir mencapai setengah dari jumlah daftar pemilih tetap (DPT) Pilwali Samarinda sebanyak 609.069 pemilih.
Wajar kalau Anggota Pansus Pilkada DPRD Kota Samarinda Mursyid Abdul Rasyid kepada harian ini sempat mengkritisi metode sosialisasi yang dilakukan KPUD Samarinda. Menurut dia, sosialisasi yang dilakukan KPUD tidak menyentuh ke masyarakat pinggiran Samarinda. Hal senada juga dikatakan Pengamat Sosial dan Politik Sugeng Haryadi yang menilai saat ini golput sudah menjadi opsi tersendiri bagi masyarakat. Bahkan ada kebanggaan dari masyarakat bahwa mereka tidak memilih.
sumber:SP
Posted by Ernesto Silangen at 11:48 0 comments
Labels: seputar borneo
Mengubah kampung besar menjadi Ibukota
Meski penetapan hasil Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Samarinda baru digelar Sabtu (16/10) ini, tampaknya semua kalangan sudah bisa meraba siapa pemenangnya. Yakni, pasangan Syaharie Jaang dan Nusyirwan Ismail, yang berdasarkan hitungan cepat unggul telak dibanding enam rivalnya. Pertanyaannya, apa yang harus mereka lakukan, karena Samarinda punya banyak masalah yang mendesak diselesaikan.
Menurut Sugeng, di antara banyak problem Samarinda, ada empat prioritas seperti disebut di awal tulisan. “Pertama adalah persoalan yang sudah lebih dari 5 tahun tak terselesaikan, padahal sangat ditunggu-tunggu oleh masyarakat, yakni BSB,” katanya.
Kedua soal banjir. “Warga Samarinda selama ini menderita tekanan psikologis saat langit mendung, karena takut hujan deras turun menyebabkan banjir,” ujar pengajar di Politeknik Negeri Samarinda (Polnes) itu.
Masalah berikutnya adalah penataan pasar. “Pasar di Samarinda ini acakadut. Padahal, beberapa kota memiliki tata kelola pasar yang baik, seperti Balikpapan, bahkan di Berau,” katanya. Samarinda, menurut Sugeng, tidak perlu malu belajar pada kedua daerah itu.
Prioritas berikutnya adalah penertiban parkir kendaraan bermotor. Mantan Asisten Direktur I Polnes ini menekankan pada ketegasan pemerintah kota dalam hal ini. “Misalnya pembangunan ruko-ruko baru di pinggir jalan, harus dengan penyediaan lahan untuk parkir. Kalau tidak ada, pasti pengunjungnya akan parkir di jalan,” ujarnya.
Beberapa masalah lain, menurutnya, merupakan derivatif (turunan) dari empat prioritas itu. Contohnya, Sugeng menyebut, persoalan tambang batu bara. “Banjir disebabkan beberapa hal seperti pendangkalan sungai, drainase yang buruk, juga longsoran sisa penambangan,” ujar Sugeng.
Menurutnya, wali kota dan wakil wali kota terpilih harus sudah memiliki master plan agar dalam setiap tahun, masalah-masalah tersebut bisa dikurangi. “Menyelesaikan semua persoalan itu tidak cukup setahun. Perlu waktu bertahun-tahun, untuk itu pemerintah harus memiliki rencana yang jelas,” ucapnya.
Hal itu, terkait rencana penganggaran di Badan Anggaran (Banggar) eksekutif yang dipimpin Sekretaris Kota (Sekkot). “Panitia Banggar harus tahu apa yang akan dikerjakan dan berapa biaya yang dibutuhkan. Selain itu, juga harus ada kesepahaman antara Banggar Eksekutif dan Banggar Legislatif,” tambah Sugeng.
2W+1H
Ada rumusan yang harus dipahami wali kota dan wakil wali kota terpilih agar tahapan-tahapan pembangunan yang direncanakan berjalan mulus. Yakni, unsur what, when, dan how much? (2W+1H).
“Pemerintah harus mengetahui apa yang harus dilakukan (what), kapan pelaksanaan dan target yang diinginkan(when), dan berapa dana yang diperlukan (how much),” jelas Sugeng.
Dia menegaskan, Jaang-Nusyirwan tidak perlu muluk-muluk menjanjikan pertumbuhan ekonomi, selesaikan dulu empat persoalan itu. “Biarkan ekonomi bertumbuh secara alami. Saat ada penjual, pasti ada pembeli, di situ perputaran uang terjadi,” tandasnya.
Menurut Sugeng, empat persoalan yang disebutnya yang selama ini membuat Samarinda tampil tidak layak sebagai sebuah kota besar dan ibu kota provinsi. “Samarinda saat ini hanya sebuah desa besar. Tugas pemimpin mendatang mengubahnya menjadi kota yang benar-benar layak disebut ibu kota provinsi yang kaya,” jelasnya.
Selain soal perencanaan yang baik, Sugeng menyebut pengawasan sebagai kunci pembangunan. “Di sini peran Bawaskot (Badan Pengawasan Kota, Red) diperlukan. Sekarang ini hal itu tidak tampak. Padahal, jika Bawaskot bekerja maksimal, tidak perlu ada pejabat yang tersangkut hukum karena ada pengawasan internal yang ketat,” terangnya.
Dia menyayangkan, selama ini orang-orang yang ditempatkan di instansi itu justru orang yang tidak produktif lagi. “Seharusnya pemerintah berani mengangkat orang-orang yang kompeten dan berani di Bawaskot,” tambahnya.
Sugeng juga berharap pemerintahan Jaang-Nusyirwan lebih banyak melibatkan perguruan tinggi maupun lembaga swadaya masyarakat sebagai partner diskusi. “Banyak para ahli di kampus dan LSM, itu harus dirangkul untuk pembangunan,” ucapnya
Posted by Ernesto Silangen at 11:16 0 comments
Labels: seputar borneo
Wilayah Lempake Digenangi Banjir Lumpur
Friday, 11 June 2010Hujan deras yang melanda Samarinda kemarin pagi hingga siang membuat beberapa kawasan tergenang air. Bahkan di beberapa wilayah, genangan air terlihat lebih tinggi dibandingkan biasanya. Salah satunya di daerah Lempake, Samarinda Utara.
Kawasan yang berada di dataran agak tinggi sekalipun tidak luput dari banjir. Genangan air mencapai lutut orang dewasa. Parit yang ada sudah tidak mampu menampung air hingga akhirnya merambah ke badan jalan.
Tak ayal genangan banjir itu pun mengganggu arus lalu lintas di sepanjang Jl DI Pandjaitan hingga ke Kebun Agung, yang menjadi jalan poros keluar masuk Kota Samarinda menuju Bontang. Antrean panjang mobil maupun motor terlihat.
Beberapa pengendara motor terpaksa haru menuntun kendaraannya karena mogok. Ironisnya, warga sekitar lebih merana karena genangan air yang diantaranya masuk ke pemukiman penduduk itu berwarna kecokelatan akibat bercampur lumpur.
Beberapa warga pun terlihat menguras air yang masuk ke rumah dan warung tempat usaha mereka, menggunakan mesin pompa air. "Mau tidak mau disedot dan dibersihkan. Soalnya kalau menunggu air surut nanti sukar dibersihkan, karena airnya bercampur lumpur," ungkap salah seorang warga RT 8, Kebun Agung bernama Solihin kepada Sapos.
Salah seorang warga RT 8 Kebun Agung bernama Setia menyebut, banjir lumpur melanda sudah 2 tahun belakangan ini. "Pokoknya di sini asal ada hujan agak deras, pasti banjir. Parahnya banjir yang terjadi pasti bercampur lumpur. Dulu tidak seperti ini, karena parit yang ada masih dalam," kata Setia.
Dari hasil pantauan Sapos, parit yang ada memang tidak mampu lagi menampung debit air. Karena dangkal akibat endapan lumpur yang selalu bertambah tiap terjadi banjir. Warga sekitar menuding banjir lumpur tersebut akibat maraknya penambangan batu bara, maupun aktivitas galian C lain di sekitaran tempat tinggal mereka.
"Dulu sebelum banyak perusahaan batu bara dan banyaknya proyek pembangunan perumahan, tidak seperti. Kalau pun banjir airnya jernih dan hanya sebentar," timpal Setia.
Posted by Ernesto Silangen at 19:56 0 comments
Labels: seputar borneo
POLTABES SAMARINDA SIAPKAN DEREK DAN TILANG DI TEMPAT UNTUK TERTIBKAN PARKIR LIAR
Wednesday, 9 June 2010Menyikapi hal itu, Kapoltabes Samarinda Kombes Pol HM Arkan Hamzah, melalui Kasat Lantas Kompol Handoko SIK menegaskan, Rabu (9/6) besok, anggota Satlantas dibantu personel dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Samarinda, akan melakukan razia parkir liar di sejumlah wilayah.
"Khususnya yang berada di dalam kota. Kami tidak mau hanya disebut terlalu banyak koordinasi. Rabu (besok, Red) saya tegaskan razia parkir liar akan digelar. Kami pun tak akan segan untuk menderek juga menilang kendaraan, yang kedapatan kami parkir di sembarang tempat," tegas Handoko kepada Sapos, Senin (7/6) kemarin.
Menurut Handoko, kemarin, pihaknya telah menggelar pertemuan dengan Dishub. Tujuanya membahas rencana penertiban parkir liar yang selama ini menjadi perhatian warga. "Kami juga membahas langkah apa dan cara yang akan diambil nanti di lapangan. Salah satunya terkait ketegasan menderek dan menilang kendaraan yang terparkir sembarangan. Dalam rapat tersebut kami akan gunakan 2 cara, yaitu tilang di tempat jika ada pemiliknya dan derek jika tak ada pemiliknya," jelas Handoko.
Bukan cuma mengatur parkir liar yang disebut-sebut menjadi salah satu biang masalah. Termasuk lalu lintas kendaraan berat. "Penertiban ini juga untuk menertibkan maraknya kendaraan-kendaraan besar, khususnya truk pengangkut kontainer yang beroperasi di luar jam ketentuan yang telah ditetapkan. Pastinya, apa yang membuat macet jalan dalam kota, akan kami tindak tegas tanpa ada toleransi," ucap Handoko.
Ditanya soal tindakan terhadap jukir liar, Handoko menyebut, hal itu menjadi wewenang Dishub. "Namun jika ada unsur tindak pidana dan mengakibatkan warga menjadi korban, maka polisi yang akan menindak tegas," tandasnya.
sumber : SP
Posted by Ernesto Silangen at 00:14 0 comments
Labels: seputar borneo
Polisi "Panen" Mayat di Sungai Mahakam
Tuesday, 8 June 2010Kemarin, polisi disibukkan dengan penemuan 2 mayat yang mengapung di Sungai Mahakam. Seorang jenazah teridentifikasi bernama Yusman (25), yang tercatat sebagai anak buah kapal (ABK) yang tenggelam saat memperbaiki mesin kapal di Pelabuhan Samarinda Jl Yos Sudarso, Samarinda Ilir.
Seorang lagi ada anak baru gede (ABG) bernama Andrea Kristian alias Gio (16), warga Jl Cipto Mangunkusumo, Samarinda Seberang. Gio tenggelam dan menghilang akibat terjatuh ke sungai ketika sedang buang air besar di salah satu batang yang berada di sekitar tempat tinggalnya.
Informasi yang dihimpun Sapos di kantor kepolisian, tenggelamnya Yusman dan Gio juga terjadi di hari yang sama. Yaitu Sabtu (5/6) sore lalu.
Nasib nahas yang dialami Yusman bermula ketika sore itu dia dan seorang rekannya memperbaiki mesin kapal tempatnya bekerja. Saat dicek, dipastikan baling-baling kapal yang rusak. Untuk memperbaikinya, Yusman lalu bercebur ke sungai. Beberapa kali sempat timbul tenggelam karena memperbaiki baling-baling, Yusman lalu menghilang. Ia tidak kunjung muncul ke permukaan setelah sekian lama ditunggu.
Beberapa rekan Yusman yang lain lantas ikut terjun ke sungai untuk mencari. Namun diduga karena saat itu arus sungai tengah deras, Yusman pun hanyut dan tidak berhasil ditemukan. Kejadian tersebut lantas dilaporkan ke markas Kesatuan Pelaksana Pengamanan Pelabuhan (KPPP) Poltabes Samarinda.
Petugas dengan dibantu Tim SAR dari salah satu lembaga kemasyarakatan lalu melakukan pencarian dengan melakukan penyisiran. Usaha itu baru membuahkan hasil dua hari setelah kejadian. Yusman ditemukan tertelungkup dengan kondisi tubuh mulai membengkak, di kawasan Selili, Samarinda Ilir.
Ketika itu jasad Yusman tersangkut diantara batang bambu di tepi sungai. Mayat Yusman lalu dievakuasi ke RS Islam dengan menggunakan speedboat milik KPPP.
Beberapa jam sebelum penemuan jasad Yusman yang sempat menggerkan warga Selili itu, petugas yang melakukan penyisiran Sungai Mahakam menemukan Gio. "Kalau anak itu (Gio, Red) ditemukan tengah mengapung dalam kondisi tertelungkup di perairan Sungai Mahakam tepatnya tak jauh dari Masjid Islamic Center di Jl Slamet Riadi, Sungai Kunjang," jelas Kapoltabes Samarinda Kombes Pol M Arkan Hamzah, melalui Kapolsekta KPPP Poltabes Samarinda AKP Budi Budiyanto SIK.
Gio dilaporkan keluarganya menghilang dan diyakini terjatuh ke derasnya arus Sungai Mahakam saat berniat buang air besar. "Informasi yang kami terima, kedua korban (Gio dan Yusman, Red) tenggelam ke sungai lalu menghilang di hari yang sama (Sabtu lalu, Red). Sejauh ini kami masih melakukan penyelidikan, untuk memastikan kebenaran penyebab kematian keduanya. Sejumlah saksi sedang kami mintai keterangan," pungkas Eko.
sumber : SP
Posted by Ernesto Silangen at 10:41 0 comments
Labels: seputar borneo
PROYEK JALAN TOL SAMARINDA BALIKPAPAN TERGANGGU
Monday, 4 January 2010Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak mengakui, masih terjadi dispute (perdebatan, Red.) antara Departemen Kehutanan (Dephut) dengan kabupaten/kota. Perdebatan terjadi karena belum adanya kepastian wilayah, terutama kawasan hutan. Usulan pembangunan yang diutarakan kabupaten/kota terganjal karena dinilai masuk dalam kawasan hutan.
Sebelumnya, Menhut berjanji untuk segera menyelesaikan. Namun belum ada kepastian apakah bisa selesai akhir tahun ini atau tidak.
Untuk diketahui, alasan Dephut masih memperdebatkan RTRWP Kaltim, karena tingginya usulan penambahan luas Kawasan Budidaya Non Kehutanan (KBNK). Yakni, dari luas kawasan KBNK 5,1 juta hektare menjadi 6,5 juta hektare. Dan dilakukan usulan pengurangan luas Kawasan Budidaya Kehutanan (KBK) dari 9,7 juta hektare menjadi 7,6 juta hektare.
“Pemprov akan terus menuntut agar RTRWP itu bisa segera disahkan. Karena pembangunan infrastruktur di Kaltim bakal terhambat, termasuk di kabupaten-kota,” kata Awang Faroek.
Salah satu proyek multiyears andalan pemprov yang bakal tertunda bila RTRWP tak juga disahkan, adalah proyek jalan tol Samarinda-Balikpapan. Pasalnya, sekitar 20 km jalan itu masuk dalam kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Soeharto.
Seperti diketahui, awalnya Pemprov menargetkan bahwa perampungan RTRWP Kaltim selesai sebelum pergantian anggota DPR RI periode 2004-2009 lalu. Namun target tersebut akhirnya tak terpenuhi. Selanjutnya, ketika DPR RI sudah diganti, pemprov kembali menargetkan pengesahan RTRWP tuntas sebelum pergantian presiden dan wakil presiden dilakukan. Namun, hingga terbentuknya Kabinet Indonesia Bersatu II sebulan lalu, RTRWP Kaltim masih mandek di Menhut.
“Kaltim akan kembali mendesak pusat bila RTRWP tak secepatnya disahkan,” kata Faroek.
sumber : kp
Posted by Ernesto Silangen at 09:35 0 comments
Labels: seputar borneo










.jpg)