Pemprov Kaltim Incar Migas Blok Mahakam

Wednesday, 16 December 2009
Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui badan usaha milik daerah (BUMD) PT Mandiri Migas Pratama mengincar pengelolaan minyak dan gas bumi Blok Mahakam. "Secara resmi kami telah mengajukan usulan kepada Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral," kata Kepala Biro Humas dan Protokol Sekretariat Provinsi Kaltim Zairin Zain di Kota Balikpapan, Selasa (1/12).
Blok Mahakam di Kaltim sebagai penghasil migas terbesar di Indonesia telah dioperasikan oleh Total E&P Indonesie dengan periode kontrak 1967-2017.
Zairin mengatakan, Pemprov Kaltim menilai pengelolaan selama 50 tahun oleh perusahan migas asal Prancis itu sudah lebih dari cukup. Setelah habis masa kontrak Blok Mahakam sebaiknya dikelola oleh bangsa sendiri.
Terkait dengan itu, BUMD Kaltim bersedia bekerja sama dengan Pertamina yang dikabarkan juga tertarik mengelola Blok Mahakam.

sumber : kompas
»»  READMORE...

Korupsi Politik Paling Jahat


 Sejumlah orang dari berbagai elemen menggelar unjuk rasa terkait peringatan Hari Antikorupsi Sedunia di depan Gedung Sate, Bandung, Jawa Barat, Rabu (9/12). Demo yang diikuti ribuan orang ini mengangkat isu skandal Bank Century senilai Rp 6,7 triliun.

Pengamat politik Yudi Latif menilai korupsi politik, yang melibatkan pejabat eksekutif dan legislatif, adalah yang paling jahat dibandingkan korupsi jenis lain. Dalam korupsi politik, hak rakyat tidak dipedulikan. Seolah-olah hukum ditegakkan, padahal yang terjadi adalah sebuah lelucon.
Pernyataan Yudi itu disampaikan dalam diskusi tentang politik dan penegakan hukum di Indonesia dalam rangka hari ulang tahun keempat Partai Demokrasi Pembaruan (PDP) di Jakarta, Selasa (15/12). Diskusi dan perayaan ulang tahun itu dibuka politisi senior Abdul Madjid (92), yang juga fungsionaris PDP.
Korupsi politik yang merajalela menjadi ciri dari sebuah negara yang korup. ”Dalam negara yang korup, hukum (peraturan) diproduksi setiap saat, tetapi penegakannya tidak jelas. Semakin banyak hukum yang dibuat, semakin banyak lubang korupsinya pula,” papar Yudi.
Menurut Yudi, korupsi politik terjadi karena demokrasi yang dikembangkan adalah padat modal. Dibutuhkan investasi yang besar bagi seseorang untuk dapat terjun di bidang politik, termasuk menjadi wakil rakyat. Mereka juga akan memikirkan dan mengupayakan agar investasinya kembali. Inilah korupsi politik.
Padahal, ingat Yudi, negara bakal tenggelam kalau korupsi di lembaga legislatif lebih tinggi dibandingkan dengan korupsi di lembaga eksekutif. ”Karena itu, semangat berdemokrasi yang baik tetap harus dijaga. Lebih baik kecil, tetapi waras,” katanya lagi.
Sangat kompleks
Pembicara lain, Inspektur Jenderal Arianto Sutadi dan Chairul Imam, mantan Direktur Penuntutan Kejaksaan Agung, sepakat, mafia hukum sangat kompleks. Mafia hukum, termasuk mafia peradilan, tidak hanya melibatkan aparat penegak hukum, tetapi juga pihak lain, termasuk pihak beperkara dan pemodal.
Bahkan, Chairul mengakui, tidak mungkin polisi dan jaksa bisa mengatasi mafia hukum karena jaksa dan polisi hanya membawa pelaku tindak pidana, termasuk dalam perkara korupsi, ke pengadilan dan tak bisa mendorong perbaikan terhadap sistem yang korup. Perbaikan hanya dapat didorong oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang memiliki kewenangan untuk itu.
Arianto dan Chairul mengakui, banyak upaya sudah dilakukan untuk memberantas mafia hukum. Namun, diakui, sampai kini masih belum berhasil.

sumber :kompas
»»  READMORE...

Jembatan Laut Terpanjang Dibangun


Para pekerja ambil bagian dalam upacara peresmian awal pembangunan jembatan terpanjang yang menghubungkan Provinsi Guangdong (China), Hongkong, dan Makau
 
Pembangunan jembatan laut terpanjang di dunia, yakni sepanjang 50 kilometer, menghubungkan Hongkong, China, dan Makau, dimulai pada Selasa (15/12/2009). Jembatan diperkirakan dirampungkan pada tahun 2015/2016 dan menghabiskan biaya sekitar 10,7 miliar dollar AS. Jembatan itu dibangun untuk meningkatkan integrasi dan pertumbuhan Delta Sungai Mutiara (PRD). Kawasan PRD dijuluki sebagai lokomotif ekonomi China. Pembangunan jembatan diharapkan menghidupkan lagi aktivitas di kawasan PRD yang lesu akibat krisis ekonomi global itu.
Pusat manufaktur PRD ini juga menguasai hampir sepertiga dari total ekspor China. Sekalipun demikian, setelah dilanda krisis keuangan dan ekonomi global, banyak perusahaan di lingkungan PRD tertekan dan bahkan ada pula yang gulung tikar.
Belakangan ini muncul desakan untuk meningkatkan lagi kapasitas PRD sebagai pusat perdagangan, jasa, dan ekspor. Jembatan diharapkan membawa keuntungan ekonomi substansial bagi wilayah Guangdong dan kawasan lain masing-masing di China, Hongkong, dan Makau.
Chief Executive Hongkong Donald Tsang pada saat peluncuran proyek menjelaskan, pembangunan jembatan akan rampung pada 2015/2016. Panjang jembatan 50 kilometer, sekitar 23 kilometer di antaranya melintasi laut. Diharapkan, jembatan ini membawa keuntungan ekonomi yang mampu menghela kawasan tertinggal di Guangdong barat.
Biaya yang dianggarkan untuk konstruksi jembatan ialah 73 miliar yuan China, atau 10,7 miliar dollar AS. Hongkong berharap jembatan itu kelak berperan membawa manfaat ekonomi sekitar 45 miliar dollar Hongkong atau 5,8 miliar dollar AS dalam kurun waktu 20 tahun pertama.
Dalam cetak biru untuk wilayah itu yang dirilis Januari lalu, badan perencana ekonomi ternama Beijing mengatakan, PRD bisa menjadi pusat ekonomi terdepan dunia pada tahun 2010. Namun, sebuah studi mengkritik kajian itu karena tidak mempertimbangkan rendahnya tingkat daya saing dan inovasi.
”Dipadu transportasi yang cepat dan nyaman, jasa keuangan Hongkong, pariwisata, perdagangan, dan logistik dapat membuat PRD dan daerah sekitarnya lebih baik lagi,” ujar Donald Tsang.
Kalangan pencinta lingkungan, seperti WWF, menentang proyek itu. Konstruksi jembatan dapat merusak ekosistem laut.

sumber : kompas

»»  READMORE...

Berantas Korupsi Lebih Penting dari Aturan Penyadapan

Monday, 14 December 2009
Pemerintah, khususnya Departemen Komunikasi dan Informasi, diminta mengedrop rencana mengajukan dan mengegolkan Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang Penyadapan.

Walau dinilai penting untuk diatur, langkah kebijakan seperti itu bukanlah prioritas saat ini. Sejak awal masyarakat sipil curiga keberadaan RPP Penyadapan bertujuan mengamputasi kewenangan menyadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Padahal menurut Direktur Yayasan Sains, Estetika, dan Teknologi, Agus Sudibyo, Minggu (13/12/2009), dalam sejumlah kasus KPK berhasil mengungkap praktik kotor korupsi, bahkan yang dilakukan aparat, dan kemudian memenjarakan mereka salah satunya melalui upaya penyadapan.

"Penyadapan memang perlu diatur. Namun masyarakat sekarang justru berpikirnya, upaya memberantas korupsi jauh lebih penting untuk terus dilakukan. Kalau pun pemerintah mau membuat aturan soal penyadapan, ya jangan kontraproduktif dengan upaya pemberantasan korupsi," ujar Agus.

sumber : kompas
»»  READMORE...
 
 
 

About Me

My Photo
Ernesto Silangen
samarinda, kalimantan timur, Indonesia
View my complete profile

Followers

 
Copyright © Mahakam News