Demi Blok Mahakam, Pemprov Kaltim Temui Dirjen ESDM dan BP Migas

Sunday, 24 October 2010
Perjuangan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) untuk bisa membeli dan memiliki saham di Blok Mahakam dengan menggandeng PT Yudistira Bumi Energi (YBE), bakal berlanjut hingga ke Komisaris Pertamina, Dirjen Migas ESDM dan BP Migas Jumat (20/10/2010) malam ini di Hotel Grand Hyatt, Jakarta.  Selama ini, Blok Mahakam dikuasai PT Total E&P Indonesie (TEPI) dan Inpex Corporation. 
Pertemuan di Jakarta tersebut disampaikan Kepala Dinas Pendapatan (Dispenda) Pemprov Kaltim Hazairin Adha, Jumat (22/10/2010). Sebelumnya, Jumat (22/10/2010) siang, Pemprov Kaltim telah bertemu dengan Pertamina. Sayangnya, Hazairini menolak menjelaskan hasil pertemuan dengan Pertamina tadi siang.
Alasannya, hasil pertemuan itu boleh disampaikan oleh Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak. "Maaf harus satu pintu. Jadi hasil pertemuan tadi Pak Gubernur saja yang jelaskan. Supaya ini tidak bias," kata Hazairin kepadatribunkaltim.co.id, yang juga menjabat sebagai Direktur PT Migas Mandiri Pratama (MMP) bentukan Pemprov Kaltim.
Hazairin membenarkan, nanti malam akan ada pertemuan dengan jajaran komisaris Pertamina, BP Migas, dan Dirjen Migas Kementrian ESDM. "Itukan bagian dari perjuangan kita. Kita pasti akan roadshow ke DPR RI juga nantinya," kata dia.
Ditanya apakah PT YBE telah menyiapkan dana sebesar Rp 6 triliun, Hazairin mengatakan, PT YBE siap mengeluarkan dana sebesar yang dibutuhkan. Sumber dana itu apakah murni dari PT YBE?
"Dia sudah kerjasama dengan perusahaan di Amerika. Namanya Morgan Stanley. Jadi Yudistira itu bisa sebagai investor atau sebagai operator juga," ujar Hazairin.
Untuk diketahui, seperti yang dilansir situs International Business Time, Morgan Stanley adalah penyedia jasa keuangan global yang bermarkas di New York, Amerika Serikat.

sumber:TK
»»  READMORE...

Racun Kalajengking Cegah Gagal Jantung

Bark Scorpion 


Siapa yang tidak takut dengan hewan satu ini, karena racun di dalam tubuhnya diketahui sangat berbahaya. Tapi peneliti Inggris justru mengungkapkan bahwa racun kalajengking bisa menjadi kunci untuk mencegah kegagalan bypass jantung.

Jika seseorang mengalami gangguan pada jantung, maka perawatan yang diperlukan adalah melakukan operasi bypass. Operasi ini dilakukan untuk meningkatkan aliran darah ke jantung pada orang yang diketahui memiliki penyakit koroner berat sehingga berisiko terkena serangan jantung.

Selama operasi, arteri atau vena sehat yang berasal dari bagian tubuh lain dihubungkan ke arteri koroner yang tersumbat. Rute baru ini akan membawa darah yang kaya oksigen ke otot jantung. Namun operasi ini bisa gagal jika cangkokan pembuluh vena ini tersumbat.

Kini ilmuwan dari University of Leeds telah menemukan bahwa racun margatoxin yang terdapat pada kalajengking kulit kayu (bark scorpion) di Amerika Tengah bisa menjadi solusi. Hasil penelitian yang diterbitkan secara online di Cardiovascular Researchmenemukan racun tersebut memiliki kekuatan minimal 100 kali lebih kuat dibanding senyawa lain untuk mencegah kegagaln cangkok vena.

"Racun ini bekerja dengan menekan respon alami pembuluh darah terhadap cedera sehingga menjaga pembuluh darah tetap bersih. Efektivitas toksin ini membuat kami terkejut dan hanya dibutuhkan sedikit molekul untuk mendapatkan efeknya," ujar ketua penelitti Profesor Beech, seperti dikutip dari Dailymail, Sabtu (23/102010).

Profesor Beech mengungkapkan margatoxin ini kemungkinan bisa diberikan dalam bentuk obat yang ditelan, dihirup ataupun disuntikkan. Tapi bisa juga berpotensi sebagai obat spray ke pembuluh darah itu sendiri sambil menunggu operasi pencangkokan jantung.

Penyakit jantung hingga saat ini masih menjadi salah satu penyakit jantung yang ditakutkan, dan operasi by pass yang berjalan sukses bisa bertahan sekitar 10-15 tahun. Diharapkan dengan ditemukannya margatoxin dari kalajengking kulit kayu ini bisa mengurangi angka kegagalan operasi bypass pada pasien jantung, sehingga bisa meningkatkan harapan hidupnya.


sumber: D
»»  READMORE...

Diserang Kutu Penghisap Darah Tubuh Membusuk

Korban Tungiasis 

Serangan kutu penghisap darah menyebabkan 20 orang di Uganda mengalami pembusukan di beberapa bagian tubuh hingga akhirnya tewas. Begitu mengenaskan sampai-sampai banyak yang menyangka sebagai ulah penyihir.

Seperti dalam film-film tentang zombie, pembusukan jaringan akibat kutu penghisap darah yang dalam istilah medis disebut Tungiasis itu terjadi ketika sejak para pasien masih hidup. Perlahan-lahan, bagian tubuh yang membusuk makin meluas hingga akhirnya pasien tewas mengenaskan.

Penyebabnya adalah sejenis kutu yang disebut jigger atau dalam Bahasa Latin dikenal sebagai Tunga Penetrans. Kutu penghisap darah ini hidup di daerah kotor atau berdebu dan ditularkan oleh lalat pasir (sand fly) betina.

Pada manusia, parasit ini dapat masuk menembus kulit kaki lalu tumbuh dengan menghisap darah korban. Setelah beranak pinak hingga berjumlah ribuan, kutu ini akan menghabiskan suplai darah sehingga jaringan yang ditempati mulai mengalami pembusukan.

Menteri kesehatan Uganda, James Kakooza mengatakan anak-anak bisa langsung tewas ketika darahnya dihisap dalam jumlah banyak oleh jigger. Kutu ini juga bisa menewaskan remaja yang mengidappenyakit lain, sementara pada orang tua akan menyebabkan kelumpuhan.

Dalam 2 bulan terakhir, Kakooza mencatat sedikitnya 20 orang tewas akibat Tungiasis di negara yang terletak di Afrika Timur tersebut. Sementara yang menjalani perawatan mencapai 20.000 orang, sebagian besar berasal dari wilayah Busoga yang berjarak 150 km dari Kampala, ibukota Uganda.

Keyakinan bahwa penyakit ini merupakan kutukan penyihir turut memicu banyaknya korban tewas terutama di daerah pedesaan seperti Dakaba Kaala. Alih-alih mencari pengobatan atau mengeluarkan kutu yang menyerang, beberapa pasien seringkali hanya pasrah menanti ajal.

"Ini merupakan epidemi yang sedang kami perangi dan saya yakin seiring waktu berjalan jigger bisa kami lenyapkan," ungkap Kakooza seperti dikutip dari Canadian Press, Minggu (24/10/2010).

Menurutnya jiggger hanya hidup di daerah yang kurang higienis, sehingga cara membasmi sebenarnya sangat mudah. Selain dengan menggunakan sabun antiseptik, jigger juga bisa dibunuh dengan menyiramkan minyak dan parafin di tempat-tempat yang menjadi sarangnya.

Selain di Uganda, penyakit Tungiasis juga ditemukan di sebagian wilayah Afrika sub-Sahara, Amerika Latin dan Karibia. Penyebarannya di Uganda diduga dibawa oleh buruh migran asal India yang mengerjakan rel kereta api jurusan Kenya-Uganda pada abad ke-19.


sumber:DC
»»  READMORE...

3.000 Fosil Sangiran Disita dari WN Amerika

Fosil Sangiran  

Hampir 3.000 fosil yang dilindungi pemerintah berhasil disita dari seorang warga negara (WN) Amerika Serikat, Dennis Badrey Davis.

Dennis membeli barang-barang purbakala tersebut dari Wasimin, warga Desa Krikilan, Kecamatan Kalijambe, Sragen, Jawa Tengah.

Dalam Keterangannya kepada wartawan, Kapolda Jawa Tengah Irjen Polisi Edward Aritonang menjelaskan, pihaknya telah menyita hampir 3.000 fosil berbagai jenis yang terdiri dari 1.558 fosil berbagai jenis, tiga karung fragmen fosil, dan 1.406 kilogram fosil kayu. “Rencanannya akan dijual kembali di Amerika,” ujarnya, Sabtu (23/10/2010).

Penyitaan berhasil dilakukan setelah polisi mengembangkan penyelidikan dan penyidikan dari Dennis, di sebuah rumah di Bantul Yogakarta. Menurut Kapolda, Dennis membeli barang-barang tersebut seharga Rp58 juta.

Padahal harga barang-barang purbakala tidak bisa dinilai dengan uang. penyitaan ini merupakan hasil pengembangan dari kasus penangkapan Dennis oleh Polisi di wilayah Mapolsek Kalijambe pada 13 Oktober lalu.

Pelaku akan dijerat dengan UU No 5 tahun 1992 tentang Cagar Budaya, pasal 26 dengan ancaman 10 tahun penjara dan denda Rp100 juta


sumber: OZ
»»  READMORE...
 
 
 

About Me

My Photo
Ernesto Silangen
samarinda, kalimantan timur, Indonesia
View my complete profile

Followers

 
Copyright © Mahakam News