POLTABES SAMARINDA SITA 5 KG GANJA

Tuesday, 22 September 2009
Dalam 10 hari terakhir Ramadan, polisi berhasil menangkap 13 tersangka narkoba. Barang bukti (bb) yang disita yakni 4,5 gram sabu, 4 gram heroin, dan 1 kg ganja.

Kapoltabes Samarinda Kombes Pol A Kamil Razak didampingi Kasat Narkoba Kompol Nandang Mu’min Wijaya SIK mengatakan, keberhasilan penangkapan ini atas informasi warga yang melaporkan adanya transaksi narkoba di Jl Jelawat.

Melalui informasi inilah, polisi melakukan penyelidikan dan akhirnya mendapatkan tersangka bernama Romadoni (37). Dari tangan tersangka, polisi mengamankan bb berupa 13 poket heroin dengan berat 4 gram beserta timbangan.

Dari pengakuan tersangka kepada polisi, heroin itu pesanan pelanggan tersangka. Asal barang diduga dari Yogyakarta dan Jakarta. “Kami masih mempelajarinya. Yang jelas barang berasal dari luar daerah,” ujar Nandang.

Menurutnya untuk kategori Samarinda, pengungkapan 4 gram heroin tersebut termasuk besar dan bisa dikatakan kasus yang langka. Pasalnya, heroin ini sangat sulit didapatkan sembarang orang. “Peminatnya banyak. Hanya saja, barang ini sangat sulit didapat,” ujarnya.

Sedangkan satu tersangka yang membawa 1 kg ganja yaitu Risa Ardiansyah (25) yang tertangkap Selasa (15/9) lalu di samping Terminal Sungai Kunjang.

Dari pengakuan tersangka, barang tersebut dibawa dari Balikpapan. Rencananya disetor kepada temannya di Samarinda. Sayangnya, belum sempat bertemu dengan koleganya, dia sudah digelandang ke penjara.

Namun, hingga kemarin, teman Risa belum tertangkap. “Kami sudah mengantongi nama teman tersangka. Saat ini masih dilakukan penyelidikan,” ujar Nandang.

Atas perbuatannya, Romadoni dan Risa diganjar pasal 78 (1), 80 (1)a, 81 (1)a, Undang–undang No 22 Tahun 1997 tentang narkotika dengan ancaman hukuman minimal 10 tahun penjara dan maksimal hukuman mati. “Mengapa lebih berat, karena heroin dan ganja termasuk golongan narkotika yang mempunyai efek perusak lebih besar daripada psikotropika,” pungkasnya.
»»  READMORE...

Awas, Serangan Matahari Terhadap Bumi Komunikasi Bisa Mati

Monday, 21 September 2009
Matahari menyerang bumi dengan badai geomagnetik

Matahari bisa menyerang Bumi dengan angin kuat, yang dapat mengganggu komunikasi, penerbangan dan saluran listrik bahkan ketika Matahari berada dalam tahap tenang di lingkaran 11-tahunnya.

Beberapa pengamat sejak lama telah menggunakan jumlah titik surya di permukaan Matahari untuk mengukur kegiatannya. Jumlah titik Matahari mencapai puncak pada apa yang disebut maksimum surya, kemudian turun untuk mencapai minimum selama satu lingkaran.

Pada puncaknya, lidah api surya yang sangat kuat dan badai geomagnetik menyemburkan sangat banyak energi ke antariksa, menggilas ladang magnetik yang melindungi Bumi, merontokkan satelit, mengganggu komunikasi dan mengakibatkan pancaran cahaya warna-warni.

Namun para ilmuwan di National Center for Atmospheric Research di Amerika Serikat dan University of Michigan mendapati bahwa Bumi dibombardir dengan angin surya secara gencar tahun lalu kendati Matahari berada pada tahap yang sangat tenang.

"Matahari terus mengejutkan kita. Angin surya dapat menghantam Bumi seperti selang pemadam, bahkan ketika jelas-jelas tak ada bintik surya," kata Sarah Gibson dari High Altitute Observatory di pusat itu dan pemimpin penulis studi tersebut.

Para ilmuwan sebelumnya mengira sebagian besar arus energi tersebut hilang saat lingkaran surya mendekati minimum.

Gibson dan timnya, yang juga meliputi para ilmuwan dari NOAA dan NASA, membandingkan pengukuran dari jeda minimum surya saat ini, yang diambil pada 2008, dengan pengukuran minimum terakhir surya pada 1996.

Penelitian itu, yang disiarkan di dalam Journal of Geophysical Research, terbitan paling akhir, mendapati kelaziman arus berkecepatan tinggi selama minimum surya pada 2008 tampaknya berkaitan dengan tatanan Matahari saat ini.

Saat jumlah bintik surya berkurang selama beberapa tahun belakangan ini, banyak lubang besar terbentuk di permukaan Matahari di dekat garis tengahnya.

Arus berkecepatan tinggi yang berhembus dari lubang itu menelan Bumi selama 55 persen masa studi pada 2008, dibandingkan dengan 31 persen pada masa studi 1996. Satu arus partikel yang terpancar dapat berlangsung selama 7 sampai 10 hari.

"Pengamatan baru dari tahun lalu mengubah pemahaman kami mengenai betapa jeda tenang surya mempengaruhi Bumi dan bagaimana serta mengapa ini mungkin mengubah dari satu lingkaran ke lingkaran lain," kata penulis bersama studi itu Janet Kozyra dari University of Michigan.

sumber : k
»»  READMORE...

MAYAT NOORDIN DI SERET DAN OTAKNYA BERCECERAN KARENA SAMPAI MATIPUN NOORDIN MASIH PEGANG BAHAN PELEDAK

Sunday, 20 September 2009
PROSES evakuasi mayat Noordin M Top, ternyata lebih sulit daripada pengangkatan jenazah tiga tersangka teroris yang lain. Mayat Noordin harus ditarik dengan menggunakan tali sepanjang 20 meter. Saat ditarik, organ kepala Noordin berceceran.

Suratmin, ketua RT 3/RW 11, Kampung Kepuhsari, kemarin siang (18/9) mengungkapkan, di antara empat mayat yang ditemukan, jenazah Noordin paling akhir dievakuasi. Sebab, saat itu Noordin diduga masih memegang bahan peledak.

’’Setelah tiga mayat dievakuasi keluar rumah, dua anggota Densus mengikat kaki kanan mayat itu (Noordin) dengan tambang. Setelah itu, mayat tersebut ditarik keluar sekitar empat meter dari rumah,’’ kata Suratmin.

Mayat itu ditarik keluar melalui lubang tembok kamar mandi yang jebol akibat ledakan. Saat jenazah ditarik, Suratmin melihat organ kepala Noordin berjatuhan. Oleh tim Densus, isi kepala Noordin dikumpulkan. ’’Ceceran organ kepala itu kemudian dimasukkan ke kantong mayat,’’ kata Suratmin.

Setelah diperiksa, mayat tersebut dimasukkan ke mobil jenazah. Kemudian, Suratmin bersama Sri Wahyono, Lurah Mojosongo, dan sekitar tujuh anggota Densus 88 diajak masuk ke rumah untuk memeriksa dan menyaksikan sejumlah barang bukti yang ditemukan.

Saat masuk ke rumah itu, di salah satu kamar dia melihat beberapa arsip yang sebagian sudah terbakar dan beberapa bagian yang lain utuh. Dia juga sempat melihat barang bukti lain seperti laptop, buku rekening tabungan, uang tunai sekitar Rp 7,5 juta dalam bentuk pecahan Rp 100 ribu dan Rp 50 ribu, handycam, bahan peledak, dan beberapa kabel
»»  READMORE...

Jaringan Noordin Masih Mengancam indonesia

Kewaspadaan terhadap aksi terorisme tidak boleh dikendurkan menyusul tewasnya gembong teroris Noordin M Top.

Koordinator Desk Antiteror Kementerian Koordinator Politik,Hukum dan Keamanan Ansyaad Mbai mengatakan, jaringan atau sel teroris di bawah Noordin yang memiliki kemampuan setara untuk merakit bom masih berkeliaran. Belum lagi, masih cukup banyak anggota jaringan teroris yang menjadi buruan kepolisian.

Bahkan Ansyaad mensinyalir, kegiatan perekrutan calon-calon pengebom bunuh diri dan pelatihan perakitan bom masih terus dilakukan oleh sel-sel tersebut. “Ancaman nyata masih ada. Jangan diartikan matinya Noordin terorisme sudah habis, berkurang empat,dan kita belum tahu berapa gantinya,”ujar Ansyaad kepada harian Seputar Indonesia(SI) kemarin.

Ansyaad mengharapkan semua pihak selalu waspada dan masyarakat tetap memberi laporan mengenai kegiatan-kegiatan yang dicurigai. Menurut Ansyaad, salah satu pengikut Noordin yang diprediksi kuat menjadi motor penggerak untuk menggantikan Noordin adalah Syaifudin Zuhri alias Syaifudin Djaelani alias Udin.

Dia dikenal memiliki kemampuan perekrutan sejumlah pengebom bunuh diri berusia muda.“Ini merupakan peran yang pernah dijalankan Noordin,” tandasnya. Sementara itu, dampak positif tewasnya Noordin diperkirakan akan meningkatkan peringkat risiko keamanan Indonesia yang selama ini berada di peringkat terbawah negara-negara Asia Tenggara.

Semakin tinggi peringkat risiko keamanan akan membuat Indonesia makin dipercaya investor dan dunia bisnis (lihat infografis). Kemarin, Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri memastikan bahwa tes DNA terhadap jenazah Noordin M Top telah selesai. Menurut dia, 100% hasil tes DNA itu menunjukkan bahwa yang bersangkutan adalah benarbenar Noordin M Top, arsitek berbagai pengeboman di Tanah Air selama sembilan tahun terakhir.

Selain berdasarkan tes DNA, dari sidik jari juga telah teridentifikasi jasad tersebut adalah Noordin M Top. Bambang membantah bahwa kepastian tentang jenazah Noordin adalah atas desakan pihak-pihak tertentu.“Tidak ada lagi keraguan.Masak kita mau menentukan seseorang atas desakan dari pihak mana saja?

Tidak itu, masak kita tidak profesional,”ujar Bambang seusai diterima Presiden SBY di Istana Negara Jakarta. Meskipun identitas Noordin sudah teridentifikasi,jenazahnya belumbisadiambilolehpihakkeluarga. Rencana pemulangan jenazah ini menurut Bambang juga sudah dikoordinasikan dengan pihak Kedutaan Besar Malaysia dan Deplu.

Pihak keluarga pun harus terlebih dahulu berkoordinasi dengan Polri sebelum mengambil jenazah Noordin. “Tidak terlalu cepat dulu. Pengambilan nanti karena masih menunggu hasil dari kita sendiri dulu,”jelasnya. Adapun penundaan pemulangan jenazah Noordin karena masih ada sesuatu yang prinsipil dan masih adabeberapahalyangakandidalami dari dokumen yang ditemukan untukpengembanganlebihlanjut.

Saat ini pun Polri terus mengembangkan pemeriksaanseluruhdokumenyang ditemukan di tas Noordin,termasuk dari laptop yang selalu dibawanya. Juru bicara keluarga Noordin M Top, Badaruddin Ismail, mengatakan pihak keluarga masih menunggu izin dari pihak kepolisian untuk menjemput jenazah. “Kita belum mendapatkan surat record kematian,”ungkapnya.

Dengan surat pemberitahuan tersebut,barulah pihak keluarga berencana menuju Jakarta.Saat ini keluarga masih menunggu pemberitahuan tersebut di Johor, Malaysia. Pihak keluarga yang akan ke Jakarta adalahistriNoordin,SitiRahma,dan kakak kandungnya,Yahya.Jenazah tersebut rencananya akan dibawa kembali ke Malaysia setelah keperluan pihak kepolisian selesai.

Rumah Kontrakan

Sementara itu, sehari setelah penyergapan Kamis lalu (17/9), rumah persembunyian Noordin di Kampung Kepohsari, Kelurahan Mojosongo,Kecamatan Jebres,Kota Solo terus dibanjiri ratusan warga. Selain warga dari berbagai wilayah di Surakarta,banyak pula para pemudik yang melintas di jalur ringroadutara Mojosongo menyempatkan diri untuk melihat-lihat.

Rumah itu dikontrak oleh Hadi Susilo alias Adib,salah satu teroris yang juga tewas dalam penyergapan, melalui perantara Yuli Utami. “Saya menjadi perantara pada penyewaan rumah tersebut yang dilakukan enam bulan yang lalu,”kata Yuli Utami di Solo kemarin. Sebelum ada transaksi penyewaan rumah, dia mengatakan belum mengenal Susilo.

“Saya menjadi perantara Susilo karena dikenalkan oleh Asep,seorang pengajar di Pondok Pesantren Al-Kahfi Solo,”katanya. Menurut Yuli, harga sewa yang disepakati sebesar Rp1,4 juta untuk waktu sewa satu tahun.“Pembayarandilakukanduakali. Pembayaran pertama sebesar Rp1.000.000,seminggu kemudian Susilo melunasi Rp400.000 yang menjadi kekurangan pada pembayaran pertama,” kata dia.

Uang sewa tersebut, kata Yuli, langsung diserahkan kepada dirinya. Pada dua bulan pertama, menurut Yuli Utami,Susilo belum menempati rumah yang dibangun sejak 10 tahun lalu itu karena istrinya sedang hamil muda. Baru tiga bulan terakhir ini dia dan istrinya menempati rumah itu. Penyergapan teroris terjadi di Kampung Kepuhsari pada Rabu malam (16/9) hingga Kamis pagi (17/9).

Penyergapan itu menewaskan empat orang,salah satunya teroris paling dicari di Asia,Noordin M Top. Selama tinggal di rumah tersebut, Hadi Susilo alias Adib, 24, diketahui juga sering mengajari sejumlah anak berlatih bela diri di luar sepengetahuan kedua orangtuanya. Empat anak asal kampung setempat yang sempat diberi materi bela diri adalah Kefin Yofi Pratama, 10, Indro Purnomo, 11,Andika Bayu,12,dan Dwi Nurcahyo,11.

Bahkan, selama berlatih bela diri, Adib melarang mereka untuk memberi tahu orangtuanya. “Kami diajar silat biar berani menghadapi masalah atau saat ketemu orang jahat,” ungkap Andika kemarin.Kegiatan itu dilakukan setiap hari Senin sekitar pukul 17.00 WIB.Selama belajar bela diri di teras depan,anak-anak tersebut tidak pernah masuk ke dalam rumah karena pintu selalu dikunci.

Triyono, warga setempat, mengaku pernah melihat anakanak diajari bela diri oleh Susilo. Hanya saja,pada waktu itu dirinya sama sekali tidak pernah merasa curiga.Terlebih, selama ini Susilo dikenal memiliki kelakuan yang baik.Ketika ditanya mengenai keberadaan Noordin M Top, Bagus Budi Pranoto alias Urwah, dan Aryo Sudarso alias Aji yang ada di dalam rumah tersebut, dirinya sama sekali tidak tahu. Sepengetahuannya, Susilo memang sering keluar pada waktu malam hari.
»»  READMORE...
 
 
 

About Me

My Photo
Ernesto Silangen
samarinda, kalimantan timur, Indonesia
View my complete profile

Followers

 
Copyright © Mahakam News